Karyawan Kompas TV Jadi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi, Awalnya Dikira Hilang
HAIJAKARTA.ID – Kabar duka datang dari insiden tabrakan kereta di Bekasi. Seorang karyawan Kompas TV jadi korban kecelakaan KRL di Bekasi setelah sebelumnya dilaporkan hilang usai pulang kerja pada Senin malam (27/4/2026).
Korban diketahui bernama Nur Ainia Eka Rahmadhyna (32), yang sehari-hari bekerja di Kompas TV.
Karyawan Kompas TV Jadi Korban Kecelakaan KRL di Bekasi
Berdasarkan informasi, Ainia terakhir tercatat meninggalkan kantor sekitar pukul 19.31 WIB.
Ia diketahui rutin menggunakan KRL untuk pulang ke rumahnya di kawasan Tambun, Bekasi.
Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV, Martian Damanik, menjelaskan kebiasaan korban saat pulang kerja.
“Ainia memang setiap pulang menggunakan KRL. Dari Palmerah biasanya naik kereta ke Tanah Abang, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Cikarang karena rumahnya di Tambun,” ujarnya.
Korban Tidak Sampai Rumah dan Sulit Dihubungi
Pada malam kejadian, keluarga mulai merasa khawatir karena korban tidak kunjung tiba di rumah seperti biasanya.
Korban juga tidak dapat dihubungi, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga.
“Biasanya di Tambun dijemput oleh adiknya. Namun malam itu tidak muncul dan tidak bisa dihubungi,” kata Martian.
Pihak keluarga kemudian menghubungi kantor sekitar pukul 22.00 WIB untuk meminta bantuan pencarian.
Pencarian Dilakukan ke Sejumlah Rumah Sakit
Mengetahui kondisi tersebut, pihak Kompas TV langsung berkoordinasi dan melakukan pencarian intensif.
Tim menyisir sejumlah rumah sakit di sekitar lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.
“Sejak malam kami terus berkomunikasi dan melakukan pencarian ke berbagai tempat,” ujarnya.
Namun, pada pendataan awal, nama korban belum ditemukan di rumah sakit yang didatangi.
Teridentifikasi di RS Polri
Setelah penelusuran lebih lanjut, pihak keluarga bersama tim Kompas TV mendatangi Rumah Sakit Polri untuk proses identifikasi.
“Tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, setelah kami telusuri, kami mengarah ke RS Polri. Dari pihak KAI juga menyarankan untuk mengecek di sana,” jelasnya.
Identifikasi baru dapat dipastikan setelah pihak keluarga datang dan melakukan pendataan resmi.
“Setelah keluarga hadir untuk proses identifikasi, barulah ada kepastian resmi,” imbuhnya.
Dengan demikian, terkonfirmasi bahwa karyawan Kompas TV jadi korban kecelakaan KRL di Bekasi dalam insiden tersebut.
Perusahaan Dampingi Keluarga hingga Pemakaman
Selama proses pencarian hingga identifikasi, pihak Kompas TV terus mendampingi keluarga korban.
Jajaran pimpinan perusahaan juga turut hadir di rumah duka di kawasan Tambun, Bekasi.
Salah satunya adalah Direktur Utama Kompas TV, Rosiana Silalahi.
Pihak perusahaan juga membantu seluruh proses pemakaman korban.
“Tim kami sudah menyiapkan seluruh keperluan untuk prosesi pemakaman di rumah korban,” kata Martian.
Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Rabu (29/4/2026) di sekitar kediamannya di Tambun.
