Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Bekasi, Bogor, dan Depok dalam beberapa hari terakhir memicu keluhan warga.

Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, padamnya aliran listrik selama berjam-jam juga berdampak pada pekerjaan, pendidikan, hingga usaha rumahan yang bergantung pada pasokan listrik dan internet.

Sejumlah warga mengaku tidak menerima pemberitahuan sebelumnya terkait pemadaman tersebut. Akibatnya, banyak aktivitas harian terganggu karena masyarakat tidak sempat melakukan persiapan.

Aktivitas Rumah Tangga Terganggu

Di kawasan Villa Mas Garden, Bekasi Utara, listrik dilaporkan padam sejak Rabu (10/6/2026) pagi.

Warga setempat, Adika Fadhil, mengaku terkejut karena pemadaman terjadi tanpa pemberitahuan.

Menurutnya, ketiadaan listrik membuat berbagai pekerjaan rumah tangga tidak dapat dilakukan secara normal. Pasokan air bersih ikut terdampak karena pompa air tidak dapat beroperasi.

“Kami tidak mendapat informasi sebelumnya. Tiba-tiba listrik mati dan aktivitas rumah langsung terganggu,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat keluarga harus mengandalkan sisa cadangan air untuk kebutuhan mandi dan memasak.

Selain itu, perangkat komunikasi seperti telepon seluler juga sulit digunakan karena daya baterai menipis.

Mahasiswa dan Pekerja Terdampak

Dampak serupa dirasakan warga Babelan, Kabupaten Bekasi. Salah seorang mahasiswa, Devi, mengaku tidak dapat menyelesaikan tugas skripsinya akibat listrik padam selama beberapa jam.

Tidak hanya laptop yang tidak dapat digunakan, jaringan internet rumah juga ikut terputus sehingga proses pengerjaan tugas akademik harus ditunda.

“Wifi mati, laptop tidak bisa digunakan. Akhirnya pekerjaan skripsi tertunda,” katanya.

Selain aktivitas kuliah, pemadaman listrik juga membuat sejumlah pekerjaan rumah tangga seperti mencuci pakaian harus ditunda.

Warga berharap PLN dapat memberikan informasi lebih awal apabila akan melakukan pemeliharaan atau pemadaman terencana.

Usaha Rumahan Ikut Terganggu

Keluhan juga datang dari pelaku usaha rumahan. Nesya, warga Perwira, Bekasi Utara, mengatakan usahanya terdampak karena berbagai peralatan produksi membutuhkan listrik.

Menurutnya, jika ada pemberitahuan sebelumnya, warga masih memiliki waktu untuk mengisi daya perangkat elektronik, menyiapkan persediaan air, maupun melakukan penyesuaian aktivitas.

“Kalau ada informasi lebih awal, kami bisa bersiap. Setidaknya mengisi daya ponsel, laptop, atau menyiapkan kebutuhan air,” ujarnya.

PLN: Pemadaman untuk Perkuatan Sistem Kelistrikan

Menanggapi keluhan masyarakat, PT PLN (Persero) melalui Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi menjelaskan bahwa pemadaman dilakukan dalam rangka perkuatan sistem pasokan listrik.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya peningkatan keandalan jaringan listrik agar pelayanan kepada pelanggan menjadi lebih stabil di masa mendatang.

Meski demikian, warga berharap proses perbaikan dan peningkatan sistem dapat disertai sosialisasi yang lebih baik sehingga masyarakat dapat melakukan persiapan sebelum pemadaman berlangsung.

Warga Minta Transparansi Informasi

Sejumlah pelanggan menilai persoalan utama bukan hanya pemadaman listrik, melainkan kurangnya informasi yang diterima masyarakat.

Pemberitahuan melalui media sosial, aplikasi PLN Mobile, maupun kanal komunikasi lainnya dinilai penting agar pelanggan dapat mengantisipasi dampak pemadaman.

Transparansi informasi juga dianggap penting untuk mengurangi keresahan masyarakat, terutama bagi mereka yang bekerja dari rumah, menjalankan usaha berbasis digital, maupun bergantung pada peralatan listrik untuk kebutuhan sehari-hari.

Dengan meningkatnya ketergantungan masyarakat terhadap listrik dan internet, kecepatan penyampaian informasi mengenai pemadaman menjadi salah satu hal yang paling diharapkan pelanggan dari penyedia layanan kelistrikan.