Konser YE di Jakarta Diproyeksi Gerakkan Ekonomi hingga Rp150 Miliar, Hampir Separuh Penonton dari Luar Daerah!
HAIJAKARTA.ID- Konser YE atau yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West di Jakarta diproyeksikan turut memberikan dampak terhadap perputaran ekonomi Ibu Kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperkirakan rangkaian kegiatan yang berlangsung di sekitar periode konser dapat menggerakkan ekonomi hingga lebih dari Rp150 miliar.
Pramono menyampaikan proyeksi tersebut saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Menurutnya, potensi ekonomi tidak hanya berasal dari aktivitas konser, tetapi juga dari tingginya jumlah penonton yang datang dari luar Jakarta.
“Menurut saya akan lebih dari Rp150 miliar,” ujar Pramono.
Hampir 50 Persen Penonton Berasal dari Luar Jakarta
Salah satu faktor yang menjadi perhatian Pemprov DKI adalah asal penonton konser YE. Pramono menyebut hampir separuh penonton yang hadir diperkirakan berasal dari luar Jakarta.
Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan efek berantai terhadap berbagai sektor ekonomi, mulai dari transportasi, akomodasi, kuliner, hingga aktivitas perdagangan dan jasa yang berada di sekitar lokasi maupun kawasan yang menjadi tujuan pengunjung.
“Yang lebih luar biasa adalah konser Ye ini hampir 50 persen orang yang hadir, yang datang, adalah dari luar,” kata Pramono.
Konser YE dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Kementerian Ekonomi Kreatif juga mencatat konser tersebut sebagai salah satu agenda musik berskala internasional yang dapat membuka peluang bagi keterlibatan berbagai pelaku ekonomi kreatif.
Jakarta Jadi Satu-satunya Kota di Asia Tenggara
Pramono menilai tingginya minat terhadap konser tersebut berkaitan dengan cakupan tur YE.
Jakarta menjadi satu-satunya kota di Asia Tenggara yang masuk dalam rangkaian konser YE 2026.
Informasi Kementerian Ekonomi Kreatif menyebut pertunjukan tersebut akan digelar dengan konsep panggung berskala besar di Stadion Utama GBK.
Promotor sebelumnya juga mengumumkan penggunaan konsep Dome Stage untuk konser perdana YE di Indonesia.
Dengan posisi Jakarta sebagai satu-satunya kota di kawasan Asia Tenggara dalam rangkaian tersebut, kedatangan penonton dari luar daerah maupun luar negeri berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi selama periode penyelenggaraan.
Salah satu gambaran tingginya potensi kunjungan juga terlihat dari informasi Hotel Indonesia Kempinski Jakarta yang menyebut konser tersebut diperkirakan menarik penonton dari berbagai wilayah Asia dan Australia.
Berlangsung Berdekatan dengan Jakarta Running Festival
Potensi pergerakan ekonomi tersebut juga berkaitan dengan penyelenggaraan Jakarta Running Festival (JRF) 2026 yang berlangsung pada periode yang sama.
Berdasarkan informasi Pemprov DKI Jakarta, JRF 2026 akan digelar pada 24–25 Oktober 2026, dengan rangkaian kegiatan festival berlangsung selama beberapa hari.
Ajang tersebut menghadirkan sejumlah kategori lomba, mulai dari Junior Dash, 5K, 10K, Half Marathon hingga Marathon.
JRF juga diproyeksikan menjadi salah satu agenda sport tourism Jakarta. Tahun ini, penyelenggara mencatat sekitar 37 ribu pelari, termasuk lebih dari 1.000 pelari internasional dari 48 negara.
Tingginya jumlah peserta tersebut dinilai turut memberikan dampak terhadap sektor ekonomi, termasuk tingkat hunian hotel di sekitar rute perlombaan.
Untuk mendukung mobilitas peserta, Pemprov DKI menyiapkan layanan transportasi publik dengan tarif Rp0 bagi peserta yang menggunakan BIB dan jersey resmi JRF. Kebijakan tersebut berlaku untuk transportasi yang dikelola Pemprov DKI.
Pramono Bandingkan dengan The Weeknd dan Pestapora
Pramono juga membandingkan potensi perputaran ekonomi konser YE dengan sejumlah acara besar yang sebelumnya berlangsung di Jakarta.
Menurutnya, penyelenggaraan konser The Weeknd selama dua hari dan Pestapora selama tiga hari sebelumnya disebut memberikan dampak ekonomi langsung dengan nilai sekitar Rp250 miliar.
Melihat skala penonton dan antusiasme terhadap YE, Pramono menilai konser tersebut memiliki potensi perputaran ekonomi yang tidak kalah besar.
“Karena size, ukuran, dan jumlah orang yang terlibat dan sekaligus peserta, ataupun orang yang antusias terhadap kegiatan ini dibandingkan dengan The Weeknd dan Pestapora menurut saya (konser Kanye West) tidak kalah,” ujarnya.
Sebagai gambaran, ajang olahraga internasional juga sebelumnya disebut memberikan efek ekonomi cukup besar bagi Jakarta.
Pramono pada Juni 2026 menyebut Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 menghasilkan multiplier effect ekonomi lebih dari Rp255 miliar.
Dengan berlangsungnya sejumlah agenda berskala besar dalam waktu berdekatan, Jakarta berpotensi menjadi pusat aktivitas musik, olahraga, pariwisata, dan ekonomi kreatif pada Oktober 2026.
Konser YE sendiri dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober 2026 di Stadion Utama GBK dan menjadi konser perdana YE di Indonesia.
