Marak Hoaks CPNS 2026, Masyarakat Diminta Waspada terhadap Link Pendaftaran Palsu!
HAIJAKARTA.ID- Marak Hoaks CPNS 2026 yang kembali ramai beredar di media sosial.
Sejumlah oknum tidak bertanggung jawab memanfaatkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menyebarkan tautan pendaftaran palsu yang mengatasnamakan kementerian dan lembaga pemerintah.
Beberapa instansi yang dicatut dalam hoaks tersebut di antaranya Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), hingga Kementerian Agama (Kemenag).
Masyarakat diminta lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya terhadap informasi rekrutmen CPNS yang beredar di luar kanal resmi pemerintah.
BKN Ingatkan Masyarakat Verifikasi Informasi Resmi
Pemerintah melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN) menegaskan bahwa seluruh informasi terkait seleksi CPNS hanya diumumkan melalui portal resmi pemerintah.
BKN mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan melalui situs resmi sebelum mempercayai informasi pendaftaran yang beredar di media sosial.
Cara paling aman untuk memastikan kebenaran informasi CPNS adalah dengan memeriksa langsung melalui portal resmi SSCASN dan laman kementerian terkait.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan agar tidak memberikan data pribadi kepada situs yang tidak jelas asal-usulnya.
Fenomena penyebaran hoaks CPNS dinilai semakin marak karena tingginya minat masyarakat untuk menjadi ASN.
Kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pelaku penipuan digital dengan membuat poster, tautan, hingga formulir pendaftaran palsu yang tampak meyakinkan.
Hoaks Pendaftaran CPNS Kemenkes 2026
Salah satu hoaks yang ramai beredar adalah informasi pembukaan CPNS Kementerian Kesehatan 2026.
Informasi tersebut disebarkan melalui Facebook dengan poster bertuliskan bahwa pendaftaran CPNS Kemenkes telah resmi dibuka untuk lulusan SMA, SMK, D3, hingga S1 dan S3.
Dalam unggahan tersebut disebutkan tersedia berbagai formasi seperti dokter, perawat, bidan, dan apoteker dengan penempatan di seluruh Indonesia.
Pelaku juga mencantumkan klaim bahwa pendaftaran gratis tanpa pungutan biaya.
Namun setelah ditelusuri, tautan yang dibagikan bukan mengarah ke situs resmi pemerintah, melainkan ke formulir digital yang meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram aktif.
Hal ini menjadi indikasi kuat adanya upaya pencurian data atau penipuan daring.
Pemerintah menegaskan hingga saat ini informasi resmi pembukaan CPNS hanya diumumkan melalui kanal resmi instansi terkait dan portal SSCASN.
Hoaks Tautan CPNS Kemenhub 2026
Selain Kemenkes, nama Kementerian Perhubungan juga digunakan dalam penyebaran informasi palsu CPNS 2026.
Hoaks tersebut banyak ditemukan di TikTok dengan narasi bahwa pendaftaran CPNS Kemenhub telah resmi dibuka.
Dalam unggahan tersebut dicantumkan sejumlah syarat seperti lulusan SMA hingga S3, usia minimal 18 tahun dan maksimal 45 tahun, serta janji penempatan sesuai domisili peserta. Pelaku kemudian mengarahkan masyarakat untuk mengakses tautan tertentu melalui bio akun media sosial.
Informasi tersebut dipastikan tidak benar. Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai pembukaan CPNS Kemenhub 2026 melalui kanal resmi pemerintah.
Masyarakat diimbau agar tidak mudah tergiur dengan narasi penerimaan CPNS yang menjanjikan proses mudah atau penempatan tertentu tanpa dasar resmi.
Kemenag Minta Masyarakat Tidak Tertipu
Hoaks serupa juga menyeret nama Kementerian Agama. Dalam unggahan yang beredar di Facebook, pelaku mengklaim membuka penerimaan CPNS Kemenag 2026 lengkap dengan slogan pelayanan masyarakat dan ajakan “daftar sekarang”.
Pelaku bahkan mengarahkan warganet untuk mengakses tautan di bio profil media sosial. Saat dibuka, tautan tersebut menuju halaman formulir digital yang meminta identitas pribadi pengguna.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Kemenag.
Ia menegaskan bahwa masyarakat jangan sampai tertipu oleh pihak tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan nama instansi pemerintah untuk kepentingan pribadi maupun penipuan daring.
Modus Penipuan Digital Semakin Beragam
Pakar keamanan digital menilai modus penipuan berkedok CPNS kini semakin canggih. Pelaku biasanya membuat desain poster menyerupai pengumuman resmi pemerintah agar terlihat meyakinkan.
Selain itu, masyarakat sering diarahkan menuju situs palsu yang menyerupai portal resmi instansi pemerintah.
Di situs tersebut korban diminta memasukkan data pribadi seperti nomor telepon, email, nomor identitas, hingga akun Telegram atau WhatsApp.
Data tersebut berpotensi disalahgunakan untuk tindakan penipuan lanjutan, pencurian identitas, hingga pembobolan akun digital.
Karena itu, masyarakat diminta tidak sembarangan mengklik tautan yang dibagikan melalui media sosial, grup pesan instan, maupun komentar akun tertentu.
