Minyakita Masih Langka di Jakarta Jelang Iduladha 2026, Pedagang Keluhkan Harga Melonjak!
HAIJAKARTA.ID- Ketersediaan minyak goreng Minyakita masih langka di Jakarta jelang Iduladha 2026
Di sejumlah pasar tradisional di Jakarta, pedagang mengeluhkan stok Minyakita yang sudah lama kosong, sementara harga kebutuhan pokok lainnya mulai merangkak naik.
Kondisi ini memicu keresahan di kalangan pedagang maupun konsumen karena Minyakita selama ini menjadi pilihan utama masyarakat menengah ke bawah akibat harganya yang relatif lebih murah dibanding minyak goreng premium.
Stok Minyakita Disebut Sudah Lama Kosong
Pantauan di beberapa pasar tradisional seperti Pasar Cidodol, Jakarta Selatan, hingga Pasar Kebayoran Lama menunjukkan banyak kios tidak lagi menjual Minyakita.
Pedagang mengaku sudah berminggu-minggu tidak menerima pasokan dari distributor.
Akibat kelangkaan tersebut, masyarakat kini terpaksa membeli minyak goreng merek lain dengan harga yang tidak jauh berbeda.
Bahkan di lapangan, harga Minyakita disebut telah menembus Rp23 ribu per liter apabila stok tersedia.
Seorang pedagang di Pasar Kebayoran Lama mengatakan kondisi ini membuat pembeli kecewa karena harga Minyakita sudah tidak lagi sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
“Kalau ada barangnya sekarang mahal, bisa Rp23 ribu per liter. Pembeli akhirnya pilih minyak merek lain sekalian,” ujar pedagang.
Kelangkaan Minyakita juga berdampak pada omzet pedagang kecil. Banyak konsumen memilih mengurangi pembelian minyak goreng karena harga yang semakin mahal menjelang hari besarkeagamaan.
Pemerintah Sebut Pasokan Minyakita Memang Terbatas
Menteri Perdagangan Budi Santoso sebelumnya mengakui jumlah Minyakita di pasar memang tidak sebanyak minyak goreng komersial lainnya.
Menurutnya, Minyakita berasal dari skema Domestic Market Obligation (DMO), yakni kewajiban produsen minyak sawit memenuhi kebutuhan dalam negeri sebelum melakukan ekspor.
Pemerintah menyebut distribusi Minyakita saat ini juga diprioritaskan ke beberapa wilayah Indonesia timur, termasuk Papua, sehingga stok di sejumlah daerah lain mengalami keterbatasan.
Meski demikian, Kemendag menegaskan stok minyak goreng nasional secara umum masih aman karena masyarakat dapat menggunakan produk minyak goreng komersial lainnya.
Ombudsman Temukan Minyakita Langka di Sejumlah Pasar
Temuan mengenai langkanya Minyakita juga disampaikan Ombudsman Republik Indonesia setelah melakukan inspeksi mendadak di sejumlah pasar di Jakarta.
Dalam sidak tersebut, Ombudsman menemukan Minyakita tidak tersedia di Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Senen.
Sementara di Pasar Raya Johar Baru, stok ditemukan sangat terbatas dengan harga mencapai Rp38 ribu untuk kemasan dua liter.
Ombudsman menilai kondisi tersebut menunjukkan distribusi Minyakita belum berjalan optimal di lapangan.
Kelangkaan itu juga membuat masyarakat beralih ke minyak goreng premium yang memiliki harga lebih tinggi.
Harga Bahan Pangan Ikut Naik Jelang Iduladha
Tidak hanya minyak goreng, sejumlah kebutuhan pokok lain di pasar tradisional Jakarta juga mulai mengalami kenaikan harga menjelang Iduladha.
Harga bawang merah tercatat naik dari sekitar Rp60 ribu menjadi Rp70 ribu per kilogram dalam sepekan terakhir. Cabai rawit juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp100 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah masih relatif stabil di kisaran Rp60 ribu per kilogram.
Bawang putih dijual sekitar Rp45 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram, sedangkan bawang bombai bertahan di kisaran Rp40 ribu per kilogram.
Untuk produk olahan kedelai, harga tempe dijual mulai Rp6 ribu hingga Rp12 ribu per papan tergantung ukuran dan kualitas. Sedangkan tahu masih berada di kisaran Rp5 ribu sampai Rp8 ribu.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam dijual sekitar Rp40 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram.
Adapun harga daging sapi masih bertahan tinggi di kisaran Rp150 ribu per kilogram dan belum mengalami penurunan sejak Lebaran lalu.
Pedagang memperkirakan kenaikan harga pangan masih berpotensi terjadi apabila distribusi barang terganggu menjelang puncak perayaan Iduladha.
Rencana Penyesuaian Harga HET Minyakita
Di tengah kondisi kelangkaan, pemerintah juga tengah mengkaji kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi Minyakita.
Menteri Perdagangan menyebut biaya distribusi dan kenaikan harga crude palm oil (CPO) menjadi salah satu alasan evaluasi HET Minyakita yang selama ini dipertahankan sekitar Rp15.700 per liter.
Pemerintah menilai penyesuaian harga perlu mempertimbangkan kondisi pasar agar distribusi Minyakita tetap berjalan dan produsen tidak mengalami tekanan biaya produksi yang tinggi.
Pedagang Khawatir Harga Terus Naik
Pedagang pasar berharap pemerintah segera memperbaiki distribusi Minyakita dan menjaga stabilitas harga pangan menjelang Iduladha.
Mereka khawatir lonjakan harga akan semakin membebani masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah.
Menurut pedagang, tren kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan hampir selalu terjadi setiap tahun.
Namun kali ini, kelangkaan Minyakita menjadi perhatian khusus karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok rumah tangga yang sangat dibutuhkan masyarakat setiap hari.
