Muhammadiyah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei!
HAIJAKARTA.ID- Muhammadiyah tetapkan Idul Adha 2026 jatuh pada 27 Mei, Penetapan tersebut didasarkan pada metode hisab astronomis global dengan menggunakan Parameter Kalender Global (PKG) yang selama ini menjadi pedoman organisasi tersebut dalam menentukan awal bulan Hijriah.
Keputusan Muhammadiyah ini sekaligus menjadi acuan awal bagi umat Islam yang mengikuti metode hisab dalam menentukan waktu pelaksanaan Hari Raya Kurban tahun ini.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia dijadwalkan menggelar sidang isbat penetapan 1 Zulhijah 1447 Hijriah pada 17 Mei 2026 mendatang.
Muhammadiyah Tetapkan 1 Zulhijah pada 18 Mei 2026
Dalam keterangannya, Muhammadiyah menjelaskan bahwa awal bulan Zulhijah 1447 H jatuh pada Senin, 18 Mei 2026.
Dengan demikian, Hari Arafah atau 9 Zulhijah diperingati pada 26 Mei 2026, sedangkan Idul Adha berlangsung sehari setelahnya, yakni 27 Mei 2026.
Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan hasil hisab astronomis global yang mengacu pada prinsip visibilitas hilal secara internasional.
Muhammadiyah menggunakan sistem Parameter Kalender Global (PKG) untuk menciptakan keseragaman kalender Hijriah bagi umat Islam di berbagai negara.
Menurut Muhammadiyah, ijtimak atau konjungsi antara Matahari dan Bulan menjelang Zulhijah 1447 H terjadi pada Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC.
Namun, pada saat Matahari terbenam di hari yang sama, belum ada wilayah di dunia yang memenuhi syarat visibilitas hilal sesuai kriteria PKG.
Kriteria tersebut meliputi tinggi Bulan minimal lima derajat dan elongasi minimal delapan derajat sebelum pukul 24.00 UTC.
Selain itu, Muhammadiyah juga menyebut bahwa parameter tambahan PKG 2 belum terpenuhi karena tidak ada wilayah daratan Amerika yang memenuhi syarat tersebut setelah pukul 24.00 UTC.
“Atas dasar itu, awal Zulhijah tidak dapat dimulai pada 17 Mei dan ditetapkan jatuh pada 18 Mei 2026,” demikian penjelasan Muhammadiyah.
Pemerintah Gelar Sidang Isbat 17 Mei
Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penentuan awal Zulhijah 1447 H pada Minggu, 17 Mei 2026.
Sidang tersebut akan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, kantor Kementerian Agama, Jakarta.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, menyampaikan bahwa sidang isbat dilakukan untuk memastikan penetapan awal bulan Hijriah berdasarkan hasil rukyatul hilal dan perhitungan astronomi.
Sidang isbat biasanya melibatkan berbagai unsur, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, hingga lembaga terkait lainnya.
Hasil sidang nantinya akan menjadi dasar resmi pemerintah dalam menetapkan Hari Raya Idul Adha 2026 di Indonesia.
Potensi Kesamaan Penetapan Idul Adha
Sejumlah pengamat memperkirakan adanya potensi kesamaan tanggal Idul Adha antara pemerintah dan Muhammadiyah tahun ini.
Meski demikian, keputusan resmi pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat yang mempertimbangkan data hisab dan rukyat hilal di berbagai wilayah Indonesia.
Jika hasil sidang isbat menetapkan 1 Zulhijah jatuh pada 18 Mei 2026, maka Hari Raya Idul Adha juga akan diperingati secara nasional pada 27 Mei 2026.
Kesamaan penetapan hari raya antara pemerintah dan organisasi Islam besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama dinilai dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban dan perayaan Idul Adha secara serentak.

