Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Musisi Endah Widiastuti yang merupakan personel duo musik Endah N Rhesa berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dapat memperkuat perlindungan hak cipta bagi para pelaku industri musik.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk memberikan rasa aman kepada para pencipta lagu dan musisi dalam berkarya.

“Mudah-mudahan juga banyak proteksi-proteksi yang bisa dilakukan oleh pemerintah maupun orang-orang yang merasa, menyadari bahwa pentingnya adanya ya, itu,” kata Endah pada Minggu, (22/6/2026).

Endah menilai pemahaman mengenai kekayaan intelektual harus semakin diperkuat di seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kesadaran terhadap pentingnya hak cipta menjadi salah satu cara untuk mencegah praktik-praktik yang merugikan para kreator musik.

“Semoga semua masyarakat semua lini memahami mengenai kekayaan intelektual ya, bahwa kekayaan intelektual ada sesuatu yang harus dihargai,” ucapnya.

Pentingnya Perjanjian yang Jelas bagi Musisi

Terkait perlindungan karya, Endah menekankan pentingnya legalitas dalam setiap bentuk kerja sama yang dilakukan musisi.

Ia menyarankan agar setiap kolaborasi dilengkapi dengan surat perjanjian yang mengatur pembagian hak ekonomi dan hak moral secara transparan.

“Perjanjian itu yang penting kan ada pembagian kekayaan, apa, hak ekonomi, hak moralnya juga jangan sampai hilang dan juga ada jangka waktunya,” jelas Endah.

Ia mencontohkan penerapan prinsip tersebut saat dirinya bersama komunitas Earhouse Song Writing Club di Pamulang, Tangerang Selatan, memproduksi album mini secara kolektif pada 2022. Dalam proyek tersebut, para peserta tetap memiliki hak penuh atas karya yang mereka ciptakan.

Dukung Jakarta Jadi Kota Global Musik

Selain perlindungan hak cipta, Endah berharap Jakarta dapat terus mendorong pengembangan ekosistem musik melalui berbagai lokakarya dan program profesional bagi para pelaku industri kreatif.

Harapan serupa juga disampaikan oleh Adam Maulana dan Don Tatmojo dari Earhop Collective yang tergabung dalam komunitas Earhouse Song Writing Club.

Mereka menilai visi Jakarta sebagai kota global dapat membuka peluang lebih besar bagi musisi Indonesia untuk dikenal di tingkat internasional.

Salah satu contohnya adalah penyelenggaraan lokakarya musik hasil kolaborasi antara Institut Français d’Indonésie (IFI) dan Manajemen Talenta Nasional (MTN) Musik yang akan digelar di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta pada 23 Juni mendatang.

Menurut Don Tatmojo, Prancis selama ini dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan seni dunia.

“Prancis adalah markas seni cukup besar,” katanya.

Sementara itu, Adam Maulana berharap kegiatan semacam itu dapat menjadi jembatan kolaborasi antara musisi Indonesia dan internasional.

“Kalau bisa asimilasi semuanya dua arah,” ujar Adam.

Para musisi berharap penguatan perlindungan hak cipta serta terbukanya peluang kolaborasi internasional dapat menciptakan industri musik yang semakin profesional dan sehat, sekaligus memperluas pasar musik Indonesia di tingkat global.