Nasib Hadiah Rp 250 Juta Masih Dibahas, Dedi Mulyadi Akan Temui Kapolda Jabar
HAIJAKARTA.ID – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyatakan akan berkomunikasi dengan Kapolda Jawa Barat terkait keberlanjutan sayembara senilai Rp 250 juta setelah buron Taufik Hidayat, pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan YTR (29) di Kabupaten Bandung berhasil ditangkap.
Nasib Hadiah Rp 250 Juta Masih Dibahas
Menurut Dedi, sayembara tersebut pada awalnya ditujukan bagi masyarakat yang memberikan informasi atau membantu menemukan keberadaan pelaku.
Namun, karena Taufik Hidayat berhasil ditangkap oleh aparat kepolisian, mekanisme pemberian hadiah masih perlu dibahas lebih lanjut agar tidak menimbulkan pertanyaan publik.
“Sayembara kan diumumkan untuk warga yang menemukan. (Karena ini) polisi yang menemukan, nanti kita bicarakan. Takut ada unsur yang melanggar karena ini aparat. Nanti saya mau ketemu dengan Pak Kapolda,” kata Dedi Mulyadi, Rabu (14/6/2026).
Selain menanggapi soal sayembara, Dedi juga menyoroti hukuman yang layak dijatuhkan kepada pelaku.
Menurutnya, penderitaan yang dialami korban sangat berat karena mengalami luka serius akibat dugaan penganiayaan yang dilakukan Taufik Hidayat.
“Kalau setimpal dengan perbuatannya itu berat lho. Korbannya kehilangan kedua matanya, kehilangan bibirnya, terus melepuh badannya. Kalau setimpal, berat banget itu,” ungkap Dedi.
Soroti Pengawasan Rumah Kos dan Kontrakan
Dedi juga menilai peristiwa tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama bagi pemilik rumah kos dan kontrakan.
Ia meminta pemilik kos lebih tertib dalam mendata identitas penghuni, termasuk menyimpan foto wajah dan dokumen identitas yang diketahui oleh ketua RT setempat.
“Jadi, jangan sampai orang bermukim di tempat bukan pasangan suami istri kok bisa dan itu dibiarkan,” kata Dedi.
Menurut Dedi, sistem pelaporan penghuni saat ini seharusnya lebih mudah dilakukan karena dapat memanfaatkan teknologi komunikasi.
“Sekarang lapor tidak harus datang. (Pemilik kos) tinggal kirim ke RT, ini yang kos, KTP-nya ini, wajahnya ini,” ucapnya.
Orang Tua Diminta Perkuat Pengawasan Anak
Selain pengawasan lingkungan, Dedi juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka, khususnya anak perempuan yang bepergian ke luar daerah.
Ia menilai perhatian dan pengawasan keluarga menjadi salah satu faktor penting untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan terhadap perempuan.
“Orang tua hari ini, anak-anak perempuannya jangan dilepas dengan bebas, kalau pergi ke luar ditemani, kalau menginap ya harus ditemani, jangan sampai sudah berbulan-bulan tidak diketahui rimbanya,” jelasnya.

