Nyesek! Pertama Kali Kerja Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Dituduh Curi Gelang Emas
HAIJAKARTA.ID – Video penjaga kursi pijat Stasiun Gubeng Surabaya menangis setelah dituduh mencuri gelang emas milik konsumen viral di media sosial. Remaja berinisial A (17) itu terlihat duduk jongkok di belakang kursi pijat sambil menangis karena diduga mendapat tekanan usai dituduh menyembunyikan perhiasan pelanggan.
Dalam video yang beredar, A tampak sangat terpukul hingga menangis saat berada di area kerjanya. Keterangan dalam video menyebutkan bahwa remaja tersebut diduga mengalami tekanan setelah seorang konsumen mengaku kehilangan gelang emas saat menggunakan layanan kursi pijat yang dijaganya.
“Seorang pria penjaga kursi pijat menangis sesenggukan saat bertugas. Pria tersebut diduga mendapat tekanan setelah salah satu konsumen melaporkan kehilangan gelang emas di area kerjanya,” demikian keterangan video.
Meski pihak pengelola kursi pijat telah beberapa kali memberikan penjelasan, konsumen tersebut tetap menuduh A mencuri atau menyembunyikan gelang emas miliknya. Kondisi tersebut membuat A mengalami syok hingga trauma.
Kakak A pun angkat bicara melalui media sosial dan membela adiknya yang dituduh melakukan pencurian.
“Kami memang orang tidak punya, tapi kami bukan m*ling,” tulis sang kakak A yang merasa sakit hati atas perlakuan tidak adil terhadap adiknya.
Kronologi Pertama Kali Kerja Penjaga Kursi Pijat Stasiun Gubeng Dituduh Curi Gelang Emas
Leader Kursi Sehat di Stasiun Gubeng, Echa, membenarkan peristiwa yang dialami salah satu timnya tersebut. Ia menjelaskan kejadian itu berlangsung pada Senin (2/3/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Menurutnya, saat itu seorang pelanggan perempuan yang menggunakan kursi pijat mengaku kehilangan gelang emas setelah selesai menggunakan alat tersebut. Pihak pengelola kemudian langsung membongkar bagian kursi pijat yang digunakan konsumen.
Namun, tidak ditemukan gelang emas seperti yang dimaksud. Pelanggan tersebut sempat menyampaikan bahwa tangannya dipaksa masuk ke alat pijat oleh A hingga merasa kesakitan. Namun menurut Echa, apabila gelang itu benar-benar terlepas di dalam alat, seharusnya benda tersebut dapat ditemukan saat kursi dibongkar.
“Tapi ibunya bilang, ‘Aku enggak mau tapi masnya (A) maksa. Aku kesakitan, waktu aku lepas gelangku sudah enggak ada’,” kata Echa menirukan kalimat perempuan tersebut, Kamis (5/3/2025).
“Dan logikanya kalau memang masuk ini (alat pijat bagian tangan) kan enggak ada sela (karena terbuka). Kalau gelang jatuh, paling enggak ke sini (sela bagian tangan) atau jatuhnya ke kaki,” tambahnya.
Setelah mendengar penjelasan dari A yang mengaku hanya menjalankan prosedur kerja, Echa kemudian memeriksa rekaman CCTV di lokasi dan terlihat tidak ada pemaksaan.
“Dari CCTV enggak ada pemaksaan, cuman menganjurkan, mengarahkan, bukan paksaan. Kalau paksaan kan dengan nada tinggi, tapi kalau arahan memang SOP-nya seperti itu. Dan untuk pakai gelang atau jam tangan memang diwajibkan kita untuk melepas. Kalaupun ibu itu tidak mau ngelepas gelangnya, terus diarahkan si A untuk masukin tangannya ke situ, kalau ibunya enggak mau juga enggak perlu dimasukkan. Tapi ibunya bilang kalau A memaksa, ada paksaan,” jelasnya.
Video Viral
Echa menuturkan bahwa pada malam hari pelanggan tersebut kembali datang ke lokasi dan meminta agar kantong A diperiksa karena curiga melihat sikapnya yang tampak gugup.
“Malamnya ibunya balik lagi terus bilang, ‘Mbak, coba dibilang sama masnya siapa tahu di kantongnya. Soalnya tadi aku lihat masnya itu grogi, masnya itu gugup, terus jongkok ke bawah’. Jongkok ke bawah karena mesin kita di belakang. Kita ngatur timer kayak segala macam. Dia (A) nangis gemetaran karena first time kerja,” jelasnya.
Permintaan tersebut kemudian dipenuhi oleh pihak pengelola. Seluruh kantong A diperiksa di hadapan pelanggan, namun tidak ditemukan gelang emas yang dimaksud.
Video yang memperlihatkan A jongkok di belakang kursi pijat itulah yang kemudian viral di media sosial dan memicu beragam reaksi warganet.
Echa menjelaskan bahwa saat itu A memang sedang menangis karena merasa syok. Pasalnya, hari tersebut merupakan pertama kalinya ia bekerja dan langsung mendapatkan tuduhan pencurian.
“Ya udah, kalau memang enggak ambil enggak usah takut. Makanya sampai dia duduk di bawah sampai nangis, dia nangis karena kaget, syok. Itu aja sih,” katanya.
Pelanggan Memaksa A Mengaku
Pelanggan tersebut tetap meminta A mengaku dan mengembalikan gelangnya. Namun pihak pengelola meminta agar rekaman CCTV diperiksa terlebih dahulu dari awal hingga akhir.
Hasil rekaman menunjukkan bahwa pada tangan pelanggan tersebut hanya terlihat satu gelang meskipun sudah di zoom, sementara pelanggan bersikeras bahwa dirinya mengenakan dua gelang emas.
Konsumen tersebut bahkan mengatakan akan membawa rekaman CCTV ke Malang untuk diperiksa oleh ahli.
Pada Selasa (3/3/2026), pelanggan itu kembali datang dan bertemu dengan pemilik usaha kursi pijat serta A. Ia kembali meminta A mengakui tuduhan tersebut.
“A disuruh bilang, ‘udah, Mas A bilang aja kalau ngambil. Aku enggak bakalan lapor, nanti tak kasih imbalan’, kata ibunya. Karena si A-nya enggak mau ngakuin, karena itu bukan kesalahannya dia. Ya dari pihak kita ya pasti ada tuntutan balik kalau tidak terbukti,” bebernya.
Alami Tekanan Istirahat 2 Hari
Hingga kini pelanggan tersebut masih mempermasalahkan hilangnya gelang emasnya, namun belum membuat laporan resmi ke kepolisian.
Sementara itu, A diminta untuk beristirahat di rumah selama dua hari agar kondisinya lebih tenang setelah mengalami tekanan akibat tuduhan tersebut.
“Cuman lisan aja untuk laporan ke hukumnya, kami masih nungguin. Kalau memang ada laporan ya kami lapor balik. Tinggal lihat aja hasil CCTV-nya kayak gimana. Kalau kalau terbukti ya enggak tahu lagi ya. Tapi kalau dari CCTV yang kami lihat, memang enggak ada dan gelangnya cuman satu aja,” kata Echa.
Reaksi Warganet
Karena video tersebut viral beberapa waarganet juga turut menyoroti peristiwa tersebut dan menuai berbagai komentar, diantaranya:
“Jngan jahat jahat knpaaa sii,” tulis akun @Nadia Bin***
“Apa perlu d viralin kaya kejadian Tumbler?” tulis @Ini Hurum***
“Kita mmg miskin, tapi kita bukan maling,” tulis @Naaa***
“LAPOR BALIK, PENCEMARAN NAMA BAIK” @Pandu r***
