Pemerintah Resmi Mulai Proyek Blok Masela Setelah Penantian Hampir 30 Tahun, Prabowo Tekankan Ketahanan Energi Nasional
HAIJAKARTA.ID- Setelah melewati penantian yang berlangsung hampir tiga dekade, proyek strategis nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Blok Masela akhirnya resmi memasuki tahap pembangunan.
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan dimulainya proyek tersebut melalui agenda groundbreaking yang dilakukan secara virtual dari Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (16/7/2026).
Peresmian ini menjadi tonggak penting bagi sektor energi nasional karena Blok Masela merupakan salah satu proyek gas alam terbesar di Indonesia yang telah lama tertunda sejak kontraknya ditandatangani pada 1998.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas dimulainya pembangunan proyek yang telah dinantikan selama hampir 30 tahun oleh masyarakat Indonesia.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya nyatakan groundbreaking Proyek Strategis Nasional LNG Abadi Masela secara resmi dimulai,” ujar Prabowo.
Penantian Hampir Tiga Dekade Akhirnya Berakhir
Presiden menegaskan bahwa proyek ini merupakan bukti bahwa Indonesia mampu menyelesaikan proyek-proyek besar yang selama bertahun-tahun mengalami hambatan.
Menurut Prabowo, cadangan energi yang berada di wilayah perairan Tanimbar, Maluku, telah diketahui sejak puluhan tahun lalu.
Namun berbagai dinamika, mulai dari perubahan skema pengembangan, negosiasi investasi hingga proses perizinan membuat proyek tersebut belum memasuki tahap konstruksi.
Ia berharap pembangunan kali ini dapat berjalan tanpa hambatan sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat.
“Proyek ini sudah hampir tiga dasawarsa kita tunggu. Kini pembangunan telah dimulai dan harus diselesaikan secepat mungkin,” tegasnya.
Energi Menjadi Fondasi Kemandirian Bangsa
Prabowo menilai energi merupakan salah satu pilar utama bagi keberlangsungan sebuah negara. Oleh sebab itu, Indonesia harus mampu mengelola sumber daya alamnya sendiri secara optimal.
Ia menyebut Indonesia memiliki potensi energi yang sangat besar, termasuk cadangan gas alam di Blok Masela yang diyakini mampu memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.
Menurutnya, kekayaan alam Indonesia harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat melalui pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan.
Investor Harus Untung, Negara dan Rakyat Juga Harus Sejahtera
Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memberikan pesan kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek agar menjalankan kerja sama berdasarkan prinsip saling menguntungkan.
Ia menegaskan Indonesia menghormati para investor yang telah menanamkan modal dalam proyek-proyek strategis nasional.
Menurut Prabowo, pemerintah ingin menciptakan iklim investasi yang sehat sehingga para mitra internasional merasa nyaman menjalankan bisnis di Indonesia.
Namun di sisi lain, pemerintah juga memastikan bahwa kepentingan rakyat Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
“Investor harus memperoleh keuntungan. Tetapi masyarakat Indonesia juga harus mendapatkan manfaat yang besar dari proyek ini,” katanya.
Dorong Hilirisasi Industri Nasional
Prabowo juga kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat hilirisasi industri.
Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi pengekspor bahan mentah, melainkan harus mampu mengolah sumber daya alam menjadi produk industri bernilai tambah tinggi.
Dengan adanya proyek LNG Abadi Masela, pemerintah berharap industri pengolahan gas nasional semakin berkembang, membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan penerimaan negara, sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar energi global.
Salah Satu Proyek Migas Terbesar Indonesia
Blok Masela yang berada di Laut Arafura, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, dikenal sebagai salah satu proyek gas terbesar di Indonesia.
Proyek ini dikelola oleh konsorsium yang dipimpin Inpex Corporation dari Jepang bersama PT Pertamina Hulu Energi Masela dan Petronas Masela Sdn. Bhd.
Pengembangan proyek menggunakan konsep onshore LNG, yaitu gas dari lapangan Abadi akan dialirkan menuju fasilitas pengolahan di daratan sebelum diproses menjadi gas alam cair (LNG).
Produksi dari proyek tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 9,5 juta ton LNG per tahun, sekitar 150 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD) untuk kebutuhan domestik, serta menghasilkan kondensat sekitar 35 ribu barel per hari.
Diproyeksikan Dongkrak Perekonomian Nasional
Pemerintah meyakini proyek Blok Masela akan memberikan efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian nasional.
Selain menciptakan ribuan lapangan kerja selama masa konstruksi dan operasi, proyek ini diperkirakan akan meningkatkan investasi, memperkuat industri penunjang migas, meningkatkan penerimaan negara, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan Indonesia Timur, khususnya Provinsi Maluku.
Keberadaan proyek ini juga diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
