Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut hubungan antara pemerintah dan kalangan buruh di Ibu Kota berjalan kondusif.

Ia menilai komunikasi dalam proses penetapan upah minimum provinsi (UMP) berlangsung tanpa gejolak. Hal itu disampaikan Pramono pada saat menghadiri acara Forum Komunikasu Komite Sekolah (FKKS) di kantor Wali Kota, Jakarta Timur, pada Selasa (5/5/2026).

“Alhamdullilah hal berkaitan dengan buruh karena beliau tokoh buruh utama,” ucapnya.

Hubungan Pemerinta dan Buruh di Jakarta Kondusif,

Menurutnya, dialog antara pemerintah, pengusaha, dan buruh di Jakarta selama ini berjalan baik.

“Jakarta termasuk ruang komunikasi diskusi untuk menentukan upah UMP yang paling adem ayem. Bahkan, kalau ada demo pun, sebenarnya yang didemo bukan Jakarta, tetapi di daerah lain menggunakan ya karena namanya Ibu Kota Negara dan Istananya ada di Jakarta,” kata Pramono pada Selasa, (5/5/2026).

Pramono menilai kondisi tersebut tidak lepas dari hubungan personal yang terjalin baik dengan sejumlah tokoh buruh. Ia bahkan berkelakar kerap menerima langsung keluhan dari perwakilan buruh, termasuk soal sulitnya bertemu kepala dinas.

“Kadang-kadang komplain ke saya, ‘masa nemuin kepala dinas susah?’ Saya yang dikomplain,” ucapnya.

Jaga Iklim Investasi

Lebih lanjut, Pramono menegaskan stabilnya hubungan industrial di Jakarta menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia memastikan pemerintah akan terus membuka ruang dialog agar berbagai persoalan ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara kontruksif.

Pramono juga berharap sinergi antara pemerintah dan buruh tetap terjaga ke depan. Menurutnya, peran buruh sangat penting dalam mendorong kemajuan industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan komunikasi yang baik, persoalan buruh bisa diselesaikan bersama. Ini yang menjadi kekuatan Jakarta,” tuturnya.