Pramono Siap Bangun Halte Transjabodetabek di Bekasi, Singgung Keluhan Warga soal Fasilitas yang Belum Rampung!
HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan kesiapannya membantu pembangunan halte Transjabodetabek di Kota Bekasi, Jawa Barat.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah dirinya menyoroti keluhan masyarakat mengenai pembangunan halte yang belum kunjung rampung.
Pramono menyampaikan hal itu di hadapan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono dalam pertemuan di Balai Kota Jakarta, Senin (26/10/2026), seusai penandatanganan pembaruan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi terkait pengelolaan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Dalam kesempatan tersebut, Pramono mengungkapkan bahwa dirinya menerima pertanyaan dari pengguna Transjabodetabek, khususnya warga Bekasi, mengenai kepastian pembangunan halte sebagai fasilitas penunjang transportasi umum.
Ia bahkan menyampaikan secara terbuka bahwa Pemprov DKI Jakarta siap turun tangan apabila pembangunan halte tersebut belum juga diselesaikan.
“Ada pertanyaan dari para pengguna, terutama dari warga Bekasi. Kenapa haltenya enggak dibangun-bangun? Sebab kalau haltenya enggak dibangun, nanti kami yang bangunin, nanti salah lho malah. Tetapi kalau enggak dibangun, nanti kami yang bangunin enggak apa-apa juga sih,” ujar Pramono.
Pramono Tegaskan Layanan Transportasi untuk Semua Warga
Pramono menegaskan bahwa peningkatan kualitas transportasi umum menjadi hal utama yang perlu diperhatikan pemerintah, tanpa membedakan asal daerah masyarakat yang menggunakannya.
Menurutnya, warga Bekasi yang setiap hari melakukan perjalanan menuju Jakarta juga membutuhkan fasilitas transportasi yang memadai agar mobilitas mereka berjalan lebih nyaman.
Ia berharap koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Bekasi dapat terus diperkuat, terutama dalam menyediakan infrastruktur pendukung layanan Transjabodetabek.
Pramono juga menilai peningkatan konektivitas antardaerah dapat mendorong lebih banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Penumpang Transjabodetabek dari Bekasi Capai 5.000 Orang per Hari
Pramono mengungkapkan, jumlah pengguna layanan Transjabodetabek dari wilayah Bekasi saat ini mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 penumpang per hari.
Sementara itu, jumlah penumpang dari wilayah Bogor tercatat berkisar 8.000 hingga 10.000 orang setiap hari.
Menurut Pramono, angka tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan konektivitas transportasi di kawasan penyangga Jakarta.
Namun, pertumbuhan jumlah penumpang perlu diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai, termasuk halte untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan bus.
Dengan sarana yang semakin baik, masyarakat diharapkan memiliki pilihan transportasi yang lebih nyaman dan dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Pemkot Bekasi Sebut Pembangunan Halte Sedang Berlangsung
Menanggapi pernyataan Pramono, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono menyampaikan bahwa pembangunan halte Transjabodetabek di wilayahnya sedang dalam proses pengerjaan.
Tri sebelumnya menargetkan pembangunan halte tersebut dapat diselesaikan pada akhir November 2026.
Ia juga membuka peluang kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta apabila diperlukan dukungan untuk mempercepat penyediaan fasilitas transportasi tersebut.
Menurut Tri, kolaborasi antarpemerintah daerah menjadi salah satu langkah penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama untuk persoalan infrastruktur yang berkaitan dengan mobilitas lintas wilayah.
Ia turut menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam kerja sama antara Jakarta dan Bekasi.
“Yang besar membantu yang kecil, saya kira itulah sikap hidup gotong royong,” ujar Tri.
Ke depan, koordinasi kedua pemerintah daerah diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan halte sekaligus meningkatkan kualitas layanan Transjabodetabek bagi masyarakat.
Kepastian penyelesaian pembangunan halte pun menjadi perhatian pengguna transportasi umum, mengingat fasilitas tersebut berperan penting dalam menunjang kenyamanan dan kemudahan perjalanan warga Bekasi menuju Jakarta maupun sebaliknya.
