Pria Tewas di Selokan Gunung Putri, Diduga Korban Idap Penyakit
HAIJAKARTA.ID – Pria tewas di selokan Gunung Putri menggegerkan warga Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (1/5/2026) dini hari.
Korban berinisial DS (45) ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam selokan setelah diduga mengalami insiden saat berkendara.
Peristiwa pria tewas di selokan Gunung Putri ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi yang melintas di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB.
Saksi melihat sepeda motor terparkir di pinggir jalan sebelum akhirnya menemukan korban dalam kondisi tak sadarkan diri.
“Awalnya saksi melintas seorang diri di Jalan Pancasila IV dan melihat ada sepeda motor terparkir di samping selokan,” ujar Kapolsek Gunung Putri Kompol Aulia Robby, Jumat (1/5/2026).
Ditemukan Pria Tewas di Selokan Gunung Putri, Bogor
Setelah melihat kendaraan mencurigakan tersebut, saksi mencoba mencari keberadaan pemiliknya. Saat itulah korban ditemukan dalam posisi telungkup di dalam selokan.
“Saksi terkejut karena melihat seorang pria yang tidak dikenal dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan posisi telungkup,” kata Aulia.
Saksi kemudian menghubungi rekannya untuk memastikan kondisi korban. Namun setelah dicek, korban tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
“Setelah diperiksa, korban tidak memberikan respons sama sekali,” ujarnya.
Temuan tersebut segera dilaporkan ke pihak keamanan setempat hingga akhirnya diteruskan ke kepolisian. Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Setibanya di lokasi, petugas Reskrim melakukan olah TKP sekaligus meminta keterangan dari saksi-saksi,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan bahwa korban telah meninggal dunia saat ditemukan di lokasi kejadian.
Diduga Meninggal Karena Sakit
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa kasus pria tewas di selokan Gunung Putri ini diduga bukan akibat tindak kriminal, melainkan karena kondisi kesehatan korban.
“Korban diduga meninggal akibat sakit, kemudian terjatuh saat mengendarai sepeda motor, terbentur aspal, lalu masuk ke dalam selokan,” ungkap Aulia.
Korban diketahui mengalami sejumlah luka lecet di bagian tubuh, seperti dahi, dagu, kaki kanan, serta bagian belakang kepala. Namun, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kehilangan barang milik korban.
Pihak keluarga korban memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi dan langsung membawa jenazah ke kampung halaman di Cianjur untuk dimakamkan.
“Pihak keluarga memilih langsung membawa jenazah ke Cianjur untuk dimakamkan dan menolak dilakukan autopsi,” tutupnya.

