Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengumumkan berakhirnya pelaksanaan Program Magang Nasional Batch III Tahun 2025 yang sekaligus menandai tuntasnya seluruh rangkaian program magang nasional sepanjang tahun lalu.

Dari puluhan ribu peserta yang mengikuti program tersebut, tercatat hampir 2.000 orang memilih mengundurkan diri sebelum masa magang selesai.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menjelaskan bahwa pemerintah sejak awal telah memperkirakan adanya sejumlah peserta yang tidak menyelesaikan program hingga akhir.

Karena itu, jumlah peserta yang ditetapkan sedikit melebihi kuota yang tersedia. Menurut Yassierli, saat pembukaan program, pemerintah menyediakan kuota sebanyak 100 ribu peserta dan menerima lebih dari 102 ribu pendaftar.

Penambahan jumlah peserta tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan adanya peserta yang berhenti di tengah jalan karena berbagai alasan.

Sebagian Besar Mundur Karena Sudah Mendapat Pekerjaan

Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan (Barenbang Kemnaker), Anwar Sanusi, mengungkapkan bahwa selama pelaksanaan program magang enam bulan tersebut terdapat 1.940 peserta yang tidak menyelesaikan kegiatan hingga akhir.

Sementara itu, sebanyak 20.450 peserta berhasil menyelesaikan program sesuai jadwal yang telah ditentukan.

Data Kemnaker menunjukkan bahwa alasan terbesar peserta mengundurkan diri adalah karena telah memperoleh pekerjaan baru.

Dari total peserta yang mundur, sebanyak 1.279 orang memilih keluar setelah berhasil mendapatkan pekerjaan.

Menurut Anwar, kondisi tersebut justru menjadi indikator positif karena menunjukkan bahwa program magang mampu meningkatkan daya saing peserta di dunia kerja.

“Peserta yang mendapatkan pekerjaan selama mengikuti program tentu menjadi kabar baik karena tujuan utama program ini memang untuk meningkatkan kesiapan kerja dan memperluas peluang mendapatkan pekerjaan,” ujarnya.

Beragam Faktor Penyebab Pengunduran Diri

Selain karena berhasil memperoleh pekerjaan, terdapat sejumlah faktor lain yang menyebabkan peserta tidak melanjutkan program hingga selesai.

Kemnaker mencatat sebanyak 295 peserta mengundurkan diri karena alasan pribadi maupun keluarga. Kemudian 93 peserta memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Faktor kesehatan juga menjadi alasan bagi 55 peserta untuk menghentikan keikutsertaan mereka. Sementara itu, 60 peserta mengaku terkendala jarak lokasi perusahaan yang dinilai terlalu jauh dari tempat tinggal.

Sebanyak 49 peserta lainnya menyampaikan alasan berbeda yang tidak termasuk dalam kategori utama, sedangkan 109 peserta tidak memberikan keterangan terkait alasan pengunduran diri mereka.

Program Magang Dinilai Efektif Tingkatkan Kesiapan Kerja

Program Magang Nasional merupakan salah satu strategi pemerintah untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja Indonesia melalui pengalaman kerja langsung di perusahaan.

Peserta mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan industri sekaligus memperoleh uang saku yang sepenuhnya ditanggung pemerintah.

Sepanjang pelaksanaannya, program ini melibatkan ribuan perusahaan dari berbagai sektor industri yang menjadi mitra Kemnaker dalam memberikan pelatihan kerja berbasis praktik.

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program magang juga bertujuan membangun etos kerja, disiplin, serta kemampuan adaptasi peserta terhadap kebutuhan dunia industri yang terus berkembang.

Kuota Magang Nasional Berpotensi Ditambah

Melihat tingginya minat masyarakat serta hasil evaluasi yang dinilai positif, Kementerian Ketenagakerjaan mengusulkan peningkatan kuota Program Magang Nasional pada tahun 2026.

Menaker Yassierli sebelumnya mengusulkan agar kuota peserta ditingkatkan dari 100 ribu menjadi 150 ribu orang. Usulan tersebut diajukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pelatihan kerja sekaligus menekan angka pengangguran, khususnya di kalangan lulusan baru.

Pemerintah berharap semakin banyak peserta yang dapat memperoleh pengalaman kerja dan terserap ke dunia industri melalui program tersebut.

Upaya Menjawab Tantangan Ketenagakerjaan

Program Magang Nasional menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan di tengah perubahan kebutuhan industri dan meningkatnya persaingan kerja.

Data Kemnaker menunjukkan bahwa sebagian besar peserta yang mengundurkan diri justru karena telah berhasil memperoleh pekerjaan.

Kondisi ini menjadi sinyal bahwa program magang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membuka peluang nyata bagi peserta untuk memasuki pasar tenaga kerja lebih cepat.

Dengan evaluasi yang terus dilakukan serta rencana penambahan kuota pada tahun mendatang, pemerintah berharap program ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pencari kerja di seluruh Indonesia.