Sekumpulan Ikan Sapu-Sapu di Bundaran HI Ditangkap, Petugas: Dibasmi Karena Sedang Bertelur
HAIJAKARTA.ID – Petugas gabungan melakukan penangkapan massal di aliran sungai depan kawasan mal, Jakarta Pusat, Jumat (10/4/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengumpulkan hingga enam karung ikan sapu-sapu berukuran besar.
Ikan Sapu-Sapu di Bundaran HI Sedang Bertelur
Petugas PPSU Gondangdia, Rizal, mengungkapkan bahwa kegiatan penangkapan ikan sapu-sapu di Bundaran HI bukan tanpa alasan.
“Kegiatan ini memang sudah direncanakan sebelumnya, untuk penanggulangan ikan sapu-sapu yang sedang bertelur,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan populasi yang dinilai semakin meningkat di kawasan tersebut.
Dalam proses penangkapan, petugas mengalami sejumlah kesulitan karena perilaku ikan yang cenderung bersembunyi.
“Agak sulit karena ikan-ikan tersebut masuk ke lubang-lubang di pinggir aliran air,” kata Rizal.
Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran dan berhasil mengangkat ikan-ikan yang berada di area terbuka.
6 Karung Ikan Berhasil Dikumpulkan
Dari hasil operasi tersebut, sebanyak enam karung penuh ikan sapu-sapu di Bundaran HI berhasil diamankan.
Rizal menyebut ukuran ikan yang ditangkap tergolong besar, bahkan ada yang mencapai berat sekitar 10 kilogram.
Operasi ini melibatkan sekitar 20 personel gabungan dari PPSU, Dinas Sumber Daya Air, dan Dinas Kebersihan.
Setelah ditangkap, ikan sapu-sapu tidak dilepas kembali ke perairan.
“Ikannya dimatikan terlebih dahulu, kemudian dikubur di kawasan Kebon Melati,” tutur Rizal.
Langkah ini diambil untuk mencegah penyebaran kembali spesies tersebut.
Meski telah dilakukan penangkapan, Rizal mengakui masih ada ikan yang belum berhasil diangkat seluruhnya.
“Masih ada yang tersisa, tidak mungkin semuanya bisa diangkat. Ke depan kemungkinan akan dijadikan kegiatan rutin,” ucapnya.
Fenomena ikan sapu-sapu di Bundaran HI memang cukup mencolok karena keberadaannya di kawasan modern dan elite Jakarta.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok, menjelaskan alasan meningkatnya populasi ikan sapu-sapu.
“Salah satu faktor utama adalah kemampuan reproduksi yang tinggi, di mana ikan ini bisa bertelur beberapa kali dalam setahun dengan jumlah mencapai ratusan butir,” jelasnya.
Kondisi perairan di Jakarta juga dinilai mendukung pertumbuhan spesies tersebut.
