sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- SMAN 1 Pontianak pilih mundur dari final ulang LCC MPR tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.

Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menyampaikan bahwa sekolahnya tetap menghormati hasil akhir kompetisi yang telah diumumkan sebelumnya.

Pihak sekolah juga memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Provinsi Kalimantan Barat di tingkat nasional.

Menurut Indang, sejak awal pihak sekolah tidak pernah memiliki tujuan untuk membatalkan hasil perlombaan maupun menjatuhkan pihak tertentu.

Langkah yang dilakukan SMAN 1 Pontianak hanya sebatas meminta penjelasan dan klarifikasi terkait mekanisme penilaian pada babak final.

“Sekolah hanya ingin memperoleh kejelasan mengenai beberapa poin yang dianggap perlu dijelaskan dalam proses penilaian,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2026).

Ia menambahkan, keputusan untuk tidak mengikuti final ulang merupakan bentuk sikap konsisten sekolah setelah muncul wacana pengulangan lomba oleh pihak penyelenggara.

Dengan demikian, SMAN 1 Pontianak memastikan tidak akan terlibat dalam pertandingan ulang tersebut.

Meski memilih mundur, pihak sekolah tetap menegaskan bahwa langkah klarifikasi yang mereka lakukan bukan merupakan serangan terhadap kredibilitas lembaga penyelenggara maupun individu yang terlibat dalam kompetisi.

Hormati Keputusan dan Jaga Sportivitas

Keputusan SMAN 1 Pontianak menuai perhatian luas karena sebelumnya kompetisi LCC Empat Pilar MPR RI tingkat Kalbar sempat menjadi perbincangan publik.

Namun, sekolah tersebut menilai sportivitas dan penghormatan terhadap hasil perlombaan tetap harus dijaga.

Dukungan kepada SMAN 1 Sambas juga disebut sebagai bentuk solidaritas antar pelajar Kalimantan Barat agar wakil daerah tetap dapat tampil maksimal di tingkat nasional.

Ajang LCC Empat Pilar MPR RI sendiri merupakan kompetisi tahunan yang digelar Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

MPR RI Soroti Objektivitas Penilaian

Sebelumnya, pihak MPR RI melalui Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa proses penilaian dalam lomba dilakukan secara objektif dan menjunjung integritas kompetisi.

Penyelenggara juga menyebut evaluasi dilakukan untuk menjaga kualitas pelaksanaan ajang tersebut.

Sementara itu, keputusan SMAN 1 Pontianak untuk tidak mengikuti final ulang dinilai menjadi penegasan sikap sekolah dalam menyikapi polemik yang berkembang.

Meski demikian, suasana kompetisi diharapkan tetap kondusif dan tidak memengaruhi persiapan wakil Kalbar menuju tingkat nasional.