Tak Sanggup Tanggung Biaya Pengobatan, Istri Ojol yang Dilindas Mobil Listrik di Jaksel Cemas Suami Dirawat di ICU!
HAIJAKARTA.ID- Hasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang menjadi korban kecelakaan setelah dilindas mobil listrik di Jalan Panglima Polim, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, masih menjalani perawatan intensif di ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP Fatmawati.
Di tengah kondisi suaminya yang membutuhkan penanganan medis, Rohayah (53), istri Hasan, mengaku khawatir memikirkan biaya pengobatan yang harus ditanggung keluarga.
Ia menyebut keluarganya tidak memiliki kemampuan finansial untuk membiayai seluruh kebutuhan perawatan sang suami.
“Belum biayanya, terus terang kalau soal biaya mah tentu tidak mampu,” ujar Rohayah saat ditemui di RSUP Fatmawati, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kekhawatiran tersebut muncul ketika Hasan masih membutuhkan pengawasan ketat dari tim medis setelah menjalani operasi.
Kondisi itu membuat keluarga berharap suaminya segera pulih agar dapat kembali berkumpul bersama keluarga.
Mengalami Luka Serius Usai Kecelakaan
Hasan mengalami kecelakaan lalu lintas pada Jumat (23/10/2026) sore di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Saat itu, ia sedang bekerja sebagai pengemudi ojol sebelum sepeda motor yang dikendarainya ditabrak mobil listrik jenis BYD.
Berdasarkan informasi kepolisian, kecelakaan bermula ketika mobil tersebut menabrak mobil Honda Brio yang melaju searah di depannya.
Kendaraan kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Hasan hingga korban terjatuh dan terlindas.
Mobil itu selanjutnya menabrak sejumlah kendaraan lain di sekitar lokasi kejadian.
Akibat insiden tersebut, Hasan mengalami patah tulang pada kaki kiri serta cedera di sejumlah bagian tubuh. Ia kemudian dilarikan ke RSUP Fatmawati untuk mendapatkan penanganan medis.
Setelah menjalani operasi pada Sabtu (24/10/2026), Hasan dirawat di ruang ICU untuk menjalani pemantauan lebih lanjut. Keluarga pun masih menunggu perkembangan kondisi kesehatannya.
Keluarga Mengaku Tak Mampu Menanggung Biaya Perawatan
Bagi Rohayah, kondisi suaminya menjadi beban pikiran tersendiri. Selain berharap Hasan segera pulih, ia juga memikirkan kebutuhan biaya selama suaminya menjalani perawatan di rumah sakit.
Selama ini, Hasan bekerja sebagai pengemudi ojol untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Penghasilan dari pekerjaannya digunakan untuk menopang kehidupan keluarga, termasuk membantu anak dan cucunya.
Kondisi tersebut membuat kecelakaan yang dialami Hasan tidak hanya berdampak pada kesehatannya, tetapi juga memengaruhi keberlangsungan ekonomi keluarga.
Keluarga kini berharap Hasan memperoleh penanganan medis secara optimal hingga kondisinya membaik.
Mereka juga membutuhkan kepastian mengenai pembiayaan pengobatan selama proses pemulihan berlangsung.
Jasa Raharja Terbitkan Jaminan Biaya Perawatan hingga Rp20 Juta
Di tengah kekhawatiran keluarga, PT Jasa Raharja telah menerbitkan jaminan biaya perawatan bagi Hasan dengan nilai maksimal Rp20 juta.
Jaminan tersebut disampaikan kepada RSUP Fatmawati sesuai ketentuan yang berlaku.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak setelah menerima informasi mengenai kecelakaan dan mengetahui korban telah mendapatkan penanganan di rumah sakit.
Petugas Jasa Raharja Cabang Jakarta Selatan juga mendatangi RSUP Fatmawati untuk memantau kondisi Hasan dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit terkait pelayanan bagi korban kecelakaan.
Meski demikian, jaminan tersebut memiliki batas maksimal sesuai ketentuan. Karena itu, keluarga tetap perlu memperoleh kejelasan mengenai cakupan biaya yang ditanggung dan kebutuhan pengobatan lainnya selama Hasan menjalani perawatan.
Polisi Tetapkan Pengemudi Mobil sebagai Tersangka
Sementara itu, kepolisian telah menetapkan pengemudi mobil listrik BYD berinisial S (46) sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan tersebut.
Polisi masih mendalami penyebab kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan di Jalan Panglima Polim.
Berdasarkan keterangan awal kepolisian, pengemudi diduga terkejut sebelum kendaraannya oleng dan menabrak sejumlah kendaraan.
Penyelidikan terus dilakukan untuk mendalami peristiwa tersebut dan proses hukum terhadap pengemudi yang terlibat.
Bagi keluarga Hasan, harapan utama saat ini adalah kesembuhan korban dan kepastian pertanggungjawaban atas kecelakaan yang dialaminya.
Hasan yang selama ini bekerja dari pagi hingga malam demi memenuhi kebutuhan keluarga kini harus berjuang menjalani perawatan.
Di tengah ketidakpastian kondisi kesehatan dan biaya pengobatan, keluarga berharap ia dapat segera pulih dan kembali berkumpul bersama anak serta cucunya.
