Tragis! Bocah 6 Tahun di Jakpus Koma Usai Dipersekusi Remaja ke Tiang Listrik
HAIJAKARTA.ID – Kasus dugaan perundungan (bullying) dan persekusi keji menimpa seorang bocah berusia 6 tahun berinisial MWP di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Korban sempat mengalami koma dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) setelah tubuhnya sengaja ditempelkan ke tiang listrik yang bocor oleh dua orang remaja hingga tersengat aliran listrik.
Nenek korban, Linda Reselin, mengungkapkan bahwa kondisi cucunya saat ini perlahan mulai membaik secara fisik, namun mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam.
“Kalau sekarang cucu saya sudah sadar, tapi dia masih takut kalau bertemu orang,” kata Linda saat memberikan keterangan pada Rabu, (10/6/2026).
Kronologi Bocah 6 Tahun di Jakpus Koma Usai Dipersekusi Remaja ke Tiang Listrik
Peristiwa teragis tersebut terjadi pada Minggu (7/6/2026) di area dalam Taman Kramat Pulo. Berdasarkan bukti rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menjadi viral di media sosial, aksi persekusi ini dilakukan oleh dua remaja yang diketahui berinisial LNG dan RVN.
Dalam video tersebut, terlihat jelas kedua pelaku menggotong korban dengan memegang bagian tangan dan kakinya secara paksa. Mereka kemudian mengarahkan dan menempelkan tubuh bocah malang tersebut ke sebuah tiang listrik di dalam taman.
Nahas, tiang listrik tersebut ternyata mengalami kebocoran arus. Begitu menyentuh tiang, tubuh bocah 6 tahun itu langsung mengalami kaku hebat (kejang-kejang) akibat tersengat listrik bertenaga tinggi, sebelum akhirnya pingsan dan terkapar kaku di tanah di hadapan anak-anak lain yang berada di lokasi.
“Saya lihat CCTV yang ada di dalam taman. Ternyata di dalam rekaman terlihat cucu saya dipersekusi oleh dua orang yang diketahui berinisial LNG dan RVN. Cucu saya sempat diseret, dan dibawa ke tiang yang ternyata tiang tersebut ada aliran listriknya hingga menyebabkan cucu saya kesetrum,” kata Linda.
Seorang warga sekitar bernama Asep membenarkan adanya insiden tersebut. Imbas dari kejadian pembungkusan area steril ini, Taman Kramat Pulo langsung ditutup untuk umum.
Pihak terkait juga telah melakukan perbaikan pada tiang yang bocor agar tidak ada lagi aliran listrik yang membahayakan. Menurut Asep, pelaku yang tega melakukan persekusi tersebut statusnya masih merupakan pelajar.
“Hingga saat ini memang masih ditutup. Diketahui yang melakukan persekusi adalah remaja SMA dan anak SMP,” ungkap Asep.
Keluarga Lapor Kasuas ke Polres, Pelaku Belum Ditangkap
Pihak keluarga korban tidak tinggal diam melihat penderitaan yang dialami MWP. Linda menegaskan bahwa kasus persekusi dan perundungan anak di bawah umur ini sudah resmi dilaporkan ke Polres Metro Jakarta Pusat.
Namun, pihak keluarga menyayangkan karana hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan penahanan atau penangkapan terhadap kedua remaja yang ada di dalam video CCTV tersebut.
“Cucu saya sempat diseret dan dibawa ke tiang yang ternyata ada aliran listriknya… Kasus ini sudah dilaporkan, namun hingga kini belum ada pihak yang ditangkap petugas kepolisian untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Linda penuh harap agar keadilan segera ditegaskan.
Reaksi Warganet
Tak butuh waktu lama lagi bagi video CCTV tersebut untuk menjadi viral di berbagai platform media sosial, beragam tanggapan dari warganet banyak yang mendesak Polres untuk segera menangkap pelaku meskipun mereka masih berstatus di bawah umur (pelajar SMP dan SMA).
“Zaman skrng emng harus ada sih penjaraa khusus anak biar jera. Gila inimah calon2 psikopat! Udah tau salah malah kabur,” tuis akun @elisabet***
“Penjarain anaknya dipenjara anak, ortu jga,” tulis @indy***
“Anak-anak sekarang bercandanya ngeri ya, main-main dgn nyawa,” tulis @zainmu***
“Kalo pelaku dibawah umur tetep penjara aja sih. Cape banget liat anak anak ngelunjak,” tulis @meliana***
