Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Video TNI hukum pemuda diduga perang sarung viral di media sosial setelah memperlihatkan aksi tegas aparat terhadap sekelompok remaja pada malam hari di sebuah area terbuka.

Dalam rekaman yang beredar, anggota TNI tampak memberikan pelajaran langsung kepada para pemuda yang diduga hendak melakukan aksi perang sarung.

Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @mu.lya1116 dan memperlihatkan dua anggota TNI berseragam lengkap tengah menginterogasi sejumlah pemuda.

Salah satu anggota kemudian mengambil sarung yang diduga telah dimodifikasi dengan cara diikat di bagian ujungnya umumnya digunakan untuk menambah efek keras saat perang sarung lalu menyabetkannya kembali ke arah para remaja tersebut.

Alih-alih menggunakan kekerasan berlebihan, anggota tersebut tampak ingin menunjukkan dampak dari perbuatan yang hendak dilakukan para pemuda.

“Sakit?” tanya anggota TNI tersebut setelah menyabetkan sarung. Para pemuda yang sebelumnya terlihat garang hanya bisa tertunduk dan menjawab pelan, “Sakit, Pak…”

Anggota TNI itu lalu memberikan teguran yang menohok, mempertanyakan alasan mereka menggunakan sarung untuk menyakiti orang lain jika mereka sendiri tidak kuat menahan rasa sakitnya.

“Kenapa kalian pakai ini untuk menyabet orang lain (kalau tahu ini sakit)?” tegasnya dalam video tersebut.

Hukuman Hingga Tamparan

Tapi tak sampai disitu, dalam video juga terekam anggota TNI yang lain kerap menampar salah satu pemuda lebih dari satu kali. Aksi ini menuai banyak pendapat dari para warganet.

Dalam video juga terlihat salah satu remaja menangis setelah menerima sabetan dan tamparan. Momen tersebut menjadi sorotan warganet karena dinilai sebagai bentuk hukuman fisik yang cukup keras, meski dimaksudkan sebagai efek jera.

Hingga kini belum diketahui secara pasti lokasi dan waktu kejadian tersebut. Namun, video itu telah tersebar luas di berbagai platform media sosial dan memicu perdebatan publik, terutama karena fenomena perang sarung kerap berujung tawuran massal yang membahayakan keselamatan.

Reaksi Warganet

Aksi tegas anggota TNI dalam video tersebut menuai beragam respons dari warganet. Sebagian mendukung langkah tersebut sebagai bentuk tindakan preventif agar perang sarung tidak berkembang menjadi aksi kekerasan yang lebih besar.

Namun, tidak sedikit pula yang mengkritik metode hukuman fisik yang dianggap berlebihan, terutama saat terlihat salah satu remaja menangis.

“Gebukan sarung nya oke lah maklum, tapi tabokan nya udah kya hukuman narapidana, kalau anak mu di gituin apa lah prasaan mu pak” tulis akun @yo_ca***

Komentar tersebut menyoroti perbedaan antara sabetan sarung sebagai bentuk pembelajaran dan tamparan yang dinilai terlalu keras.

Warganet lain juga meminta agar hukuman tidak dilakukan berulang-ulang.

“Cukup 1x jgn berkali-kali pak kasih hukuman yang lain jgn mukul kaya gitu. Saya yang nonton sja ikut geram sama sampean pak, saya bukan membenarkan perbuatan anak tersebut.” tulis akun @selfiaerlr***

Komentar ini menegaskan bahwa meski tidak membenarkan aksi perang sarung, cara pemberian sanksi tetap perlu mempertimbangkan aspek kemanusiaan.

Sementara itu, komentar lain secara spesifik menyoroti adegan ketika salah satu remaja menangis akibat pukulan yang dianggap bertubi-tubi.

“Gimana gak nangis pak naboknya kenceng bener mending sekali nepok sarung nya pake tenaga emosi n berkali kali itu ngajarnya buat sesama abri pak bukan ngajarin anak…
Bapak udh bener kasi pelajaran tp bukan bertubi2 juga pak…” tulis @chimotos***