Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo merespon aksi vandalisme yang menyebabkan lift Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lenteng Agung, Jakarta Selatan tidak berfungsi ditindak tegas.

Pramono minta pelaku segera diusut dan diberikan sanksi tegas bahkan pelaku diusulkan masuk daftar hitam pengguna transportasi umum sebagai efek jera.

“Siapapun yang melakukan itu, saya minta untuk diambil tindakan dengan tergas. Dan kalau perlu, kalau memang dia pengguna transportasi umum, misalnya, saya minta untuk di-blacklist supaya tidak bisa menggunakan transportasi umum yang ada di Jakarta,” kata Pramono di Jakarta Pusat pada Rabu, (10/6/2026).

Ia mengaku telah meminta jajaran terkait untuk segera melakukan investigasi guna mengungkao pelaku perusakan fasilitas publik tersebut. Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta tidak memberikan toleransi terhadap tindakan vandalisme yang merugikan masyarakat.

Kabel Lift JPO Lenteng Agung Dipotong, Dinas Bina Marga Lakukan Perbaikan

Sebelumnya, aksi vandalisme diketahui terjadi pada Selasa, (2/6/2026). Akibat kerjadian itu, lift JPO Lenteng Agung tidak dapat digunakan oleh masyarakat.

Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwnny, mengatakan hasil pemeriksaan di lapangan menemukan sejumlah kabel listrik lift dalam kondisi terpotong.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan, ditemukan sejumlah jaringan kabel listrik lift dalam kondisi terpotong sehingga fasilitas tersebut tidak dapat digunakan oleh masyarakat,” ucapnya.

Saat ini, Dinas Bina Marga DKI Jakarta tengah melakukan penanganan dan perbaikan sistem kelistrikan lift agar dapat kembali beroperasi.

“Dinas Bina Marga saat ini tengah melakukan penanganan dan perbaikan, diharapkan dalam waktu dekat lift dapat kembali berfungsi secara optimal,” tutur Wenny.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya layanan lift JPO Lenteng Agung akibat kerusakan yang disebabkan oleh aksi vandalisme tersebut.