Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Dugaan pelecehan seksual terhadap seorang penumpang perempuan di layanan Mikrotrans Jak 31 (KWK 268) rute Blok M-Andara, Jakarta Selatan, menjadi perhatian setelah cerita mengenai kejadian tersebut viral di media sosial.

Peristiwa dugaan pelecehan itu disebut terjadi ketika korban sedang menggunakan layanan Mikrotrans pada Kamis (24/9/2026).

Cerita korban kemudian beredar melalui media sosial dan mendapat perhatian dari masyarakat.

Dalam video dan unggahan yang beredar, korban menceritakan pengalaman yang dialaminya ketika berada di dalam angkutan umum tersebut.

Saat itu, korban mengaku duduk bersebelahan dengan seorang pria yang kemudian diduga melakukan tindakan tidak pantas.

Menurut cerita yang diunggah korban, pria tersebut diduga menyentuh bagian paha korban menggunakan tangannya. Pada awalnya, korban mengira sentuhan tersebut terjadi secara tidak sengaja.

Namun, dugaan tindakan serupa disebut kembali terjadi setelah korban berusaha menggeser posisi duduknya.

Kondisi tersebut membuat korban merasa tidak nyaman dan menduga bahwa sentuhan yang dilakukan bukan merupakan sebuah ketidaksengajaan.

Cerita tersebut kemudian dibagikan ke media sosial hingga menjadi viral. Peristiwa ini turut memunculkan perhatian terhadap aspek keamanan dan kenyamanan penumpang, khususnya perempuan, saat menggunakan transportasi umum di Jakarta.

TransJakarta Konfirmasi Dugaan Kejadian

Pihak TransJakarta membenarkan adanya laporan mengenai dugaan insiden pelecehan seksual yang terjadi di dalam armada Mikrotrans Jak 31 (KWK 268).

Kepala Departemen Humas dan CSR TransJakarta, Ayu Wardhani, mengatakan dugaan kejadian tersebut berlangsung pada Kamis (24/9/2026).

“PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengonfirmasi adanya dugaan insiden pelecehan seksual yang terjadi di dalam armada Mikrotrans Jak 31 (KWK 268) rute Blok M-Andara pada Kamis (24/9), sebagaimana video yang beredar di masyarakat,” ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Jumat (25/9/2026).

TransJakarta juga menyatakan mengecam segala bentuk pelecehan seksual maupun tindakan lain yang melanggar hukum.

TransJakarta Siap Koordinasi dengan Polisi

Menanggapi dugaan kejadian tersebut, TransJakarta menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian apabila diperlukan dalam proses penanganannya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari respons terhadap dugaan tindak pelecehan yang terjadi di lingkungan layanan transportasi publik.

Penanganan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan fakta dan kronologi kejadian berdasarkan proses yang berlaku.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh pengguna transportasi umum.

Penumpang yang mengalami atau menyaksikan tindakan yang diduga sebagai pelecehan diharapkan dapat melaporkannya melalui saluran pengaduan yang tersedia maupun kepada pihak berwenang.

Viral di Media Sosial

Sebelumnya, informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut ramai diperbincangkan setelah korban membagikan pengalamannya melalui media sosial.

Unggahan tersebut menggambarkan kekhawatiran korban setelah mengalami dugaan sentuhan berulang dari seorang penumpang pria.

Cerita tersebut kemudian mendapat perhatian dari warganet dan mendorong munculnya pembahasan mengenai keamanan perempuan di transportasi umum.

Meski demikian, dugaan pelecehan tersebut tetap perlu dipandang sebagai sebuah laporan atau dugaan hingga seluruh fakta dan proses penanganannya mendapatkan kepastian dari pihak berwenang.

TransJakarta sendiri telah mengonfirmasi adanya dugaan insiden tersebut dan menyatakan sikap terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan layanan transportasinya.