HAIJAKARTA.ID- Warga yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir Jakarta Utara diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau banjir rob.

Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam pemberitaan Jakarta Terkini, fenomena tersebut diperkirakan berpotensi terjadi pada 25 Oktober hingga 1 November 2026.

Peringatan ini dikeluarkan menyusul potensi kenaikan permukaan air laut akibat pasang maksimum.

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko genangan di sejumlah kawasan pesisir, terutama wilayah yang berada dekat dengan garis pantai dan memiliki kerentanan terhadap banjir rob.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan perkembangan kondisi air laut serta memantau informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta selama periode tersebut.

Fenomena Bulan Purnama Picu Potensi Pasang Maksimum

Potensi banjir rob kali ini berkaitan dengan fenomena pasang maksimum air laut yang terjadi bertepatan dengan fase bulan purnama atau Hunter’s Moon dan posisi perigee, yakni ketika Bulan berada pada jarak relatif paling dekat dengan Bumi.

Kombinasi kondisi tersebut dapat memperkuat gaya gravitasi yang memengaruhi pasang surut air laut. Akibatnya, ketinggian air laut berpotensi meningkat dan memicu banjir pesisir di kawasan yang rawan terdampak.

Meski demikian, dampak yang terjadi di setiap wilayah dapat berbeda, bergantung pada kondisi pasang laut, cuaca, serta karakteristik kawasan pesisir setempat.

Daftar Wilayah Jakarta Utara yang Perlu Waspada

Sejumlah kawasan pesisir Jakarta Utara dan sekitarnya masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob.

Berikut wilayah yang disebut berpotensi terdampak:

  1. Kamal Muara dan Kapuk Muara.
  2. Penjaringan dan Pluit.
  3. Ancol dan Marunda.
  4. Cilincing dan Kalibaru.
  5. Muara Angke dan Tanjung Priok.
  6. Kepulauan Seribu.

Warga yang bermukim di kawasan tersebut diharapkan memperhatikan perubahan ketinggian air laut, khususnya saat periode pasang maksimum.

Masyarakat yang beraktivitas di sekitar pelabuhan, pesisir, maupun akses jalan yang rawan tergenang juga perlu mengantisipasi kemungkinan gangguan aktivitas.

Ini Imbauan bagi Warga

Untuk mengurangi risiko dampak banjir rob, masyarakat di kawasan pesisir disarankan melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Warga dapat mengamankan barang-barang penting dari kemungkinan terendam air, memastikan saluran air di sekitar rumah tidak tersumbat, serta menyiapkan dokumen dan perlengkapan darurat jika diperlukan.

Selain itu, masyarakat perlu menghindari area yang tergenang apabila kondisi air membahayakan dan tidak memaksakan diri melintasi jalan yang terdampak banjir.

Warga juga diimbau memantau perkembangan informasi cuaca, pasang surut air laut, serta peringatan kebencanaan melalui kanal resmi BPBD DKI Jakarta.

Apabila menghadapi situasi darurat, masyarakat dapat menghubungi layanan Jakarta Siaga 112.

Kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kerugian maupun gangguan aktivitas akibat banjir pesisir.

Masyarakat di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu diharapkan terus mengikuti pembaruan informasi selama periode 25 Oktober hingga 1 November 2026.

Dengan memantau informasi resmi dan melakukan persiapan sejak dini, warga dapat lebih siap menghadapi kemungkinan kenaikan air laut.