Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Aktivitas masyarakat di kawasan pusat ibu kota berpotensi mengalami gangguan lalu lintas pada Kamis (25/6/2026) seiring rencana aksi demonstrasi mahasiswa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat.

Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi perjalanan dan memilih jalur alternatif guna menghindari kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Polres Metro Jakarta Pusat, demonstrasi akan digelar oleh massa yang tergabung dalam Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia (GAMII).

Aksi dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB dengan titik kegiatan berada di kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu kawasan strategis di sekitar pusat pemerintahan nasional.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, mengatakan bahwa aparat keamanan telah menyiapkan langkah pengamanan untuk memastikan jalannya aksi berlangsung tertib, aman, dan tidak mengganggu ketertiban umum secara berlebihan.

Menurut Erlyn, demonstrasi yang akan berlangsung tersebut telah masuk dalam agenda pengamanan kepolisian.

Karena itu, sejumlah personel gabungan telah disiapkan untuk mengawal jalannya penyampaian aspirasi oleh mahasiswa.

“Unjuk rasa dari Gerakan Aktivis Mahasiswa Islam Indonesia akan dilaksanakan mulai pukul 11.00 WIB,” ujar Erlyn dalam keterangannya pada Kamis (25/6/2026).

815 Personel Gabungan Diterjunkan

Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung, kepolisian menyiagakan sebanyak 815 personel gabungan.

Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian dan sejumlah instansi terkait yang bertugas melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, hingga menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di sekitar lokasi demonstrasi.

Keberadaan ratusan personel ini diharapkan dapat memastikan kegiatan penyampaian pendapat di muka umum berjalan sesuai aturan yang berlaku serta meminimalkan potensi gangguan terhadap aktivitas masyarakat lainnya.

Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk jalur masuk menuju kawasan demonstrasi, persimpangan utama, dan lokasi yang diperkirakan menjadi titik konsentrasi massa.

Selain melakukan pengamanan terhadap peserta aksi, aparat juga akan mengawasi pergerakan lalu lintas kendaraan agar tetap berjalan lancar selama demonstrasi berlangsung.

Rekayasa Lalu Lintas Dilakukan Secara Situasional

Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan bahwa rekayasa lalu lintas tidak akan langsung diberlakukan secara permanen sejak awal kegiatan.

Pengalihan arus kendaraan akan dilakukan secara situasional dengan mempertimbangkan jumlah peserta aksi dan kondisi di lapangan.

Apabila massa yang hadir dalam jumlah besar dan menempati sebagian badan jalan, petugas akan menerapkan pengaturan lalu lintas untuk mengurangi dampak kemacetan terhadap pengguna jalan.

Kebijakan tersebut merupakan langkah yang umum diterapkan setiap kali terjadi aksi unjuk rasa di kawasan pusat pemerintahan Jakarta.

Dengan sistem situasional, aparat dapat menyesuaikan pola pengaturan kendaraan sesuai kebutuhan sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan semaksimal mungkin.

Masyarakat yang memiliki kepentingan di sekitar kawasan Gambir, Monas, Balai Kota DKI Jakarta, maupun sejumlah kantor pemerintahan di pusat ibu kota disarankan memperhitungkan waktu perjalanan lebih awal.

Sejumlah Ruas Jalan Berpotensi Mengalami Kepadatan

Aksi demonstrasi yang berlangsung di sekitar kawasan Medan Merdeka biasanya berdampak pada peningkatan volume kendaraan di beberapa ruas jalan utama Jakarta Pusat.

Sejumlah titik yang berpotensi mengalami perlambatan arus lalu lintas antara lain:

  • Jalan Medan Merdeka Selatan
  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan Medan Merdeka Timur
  • Jalan Medan Merdeka Utara
  • Jalan MH Thamrin
  • Jalan Kebon Sirih
  • Jalan Abdul Muis
  • Kawasan Balai Kota DKI Jakarta
  • Akses menuju Monumen Nasional (Monas)

Kepadatan lalu lintas juga dapat meluas hingga ke sejumlah jalan penghubung di sekitar pusat kota apabila terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang mencari jalur alternatif.

Karena itu, pengguna kendaraan pribadi maupun transportasi umum diminta terus memantau informasi terkini terkait kondisi lalu lintas sebelum melakukan perjalanan.

Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Kepolisian mengimbau masyarakat agar menghindari kawasan sekitar lokasi demonstrasi apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

Penggunaan jalur alternatif dinilai dapat membantu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus mempercepat waktu tempuh perjalanan.

Pengendara yang hendak menuju kawasan pusat bisnis Jakarta atau area perkantoran di sekitar Gambir dan Thamrin juga disarankan memanfaatkan informasi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi navigasi maupun informasi resmi dari petugas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk mencari jalur alternatif selama kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung agar tidak terjebak kemacetan,” kata Erlyn.

Demonstrasi Masih Menjadi Sarana Penyampaian Aspirasi Mahasiswa

Aksi unjuk rasa mahasiswa merupakan bagian dari mekanisme demokrasi yang dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

Melalui demonstrasi, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi dan pandangan terkait isu sosial, politik, ekonomi, maupun kebijakan publik yang berkembang di tengah masyarakat.

Jakarta sebagai pusat pemerintahan nasional menjadi salah satu lokasi yang paling sering digunakan untuk kegiatan penyampaian aspirasi karena keberadaan berbagai kantor lembaga negara dan instansi pemerintah.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan sekitar Istana Negara, Monas, Gedung DPR, hingga Balai Kota DKI Jakarta menjadi titik yang kerap dipilih oleh kelompok mahasiswa maupun elemen masyarakat sipil untuk menyampaikan tuntutan mereka kepada pemerintah.

Meski demikian, aparat keamanan berharap seluruh peserta aksi dapat menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, dan menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun kenyamanan publik.