Gerombolan Orang Gedor Pintu Kos di Medan Viral, Penghuni Akui Ketakutan
HAIJAKARTA.ID – Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan gerombolan orang gedor pintu kos di Medan, Sumatera Utara.
Peristiwa tersebut membuat para penghuni kos merasa resah karena sekelompok orang datang dan mengetuk pintu kamar secara berulang-ulang.
Dalam video yang beredar, terlihat sekitar tujuh orang yang terdiri dari pria dan wanita masuk ke area kos-kosan sambil berpindah dari satu pintu kamar ke pintu lainnya.
Kejadian tersebut disebut terjadi di Jalan Setia Budi, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan.
Kronologi Gerombolan Orang Gedor Pintu Kos di Medan
Dalam rekaman video yang viral, sekelompok orang tampak mengetuk dan menggedor pintu kamar kos sambil memanggil penghuni di dalamnya.
Mereka terlihat berpindah dari satu kamar ke kamar lainnya, namun tidak ada penghuni yang keluar untuk membuka pintu.
Dalam narasi unggahan yang beredar di media sosial disebutkan bahwa kelompok tersebut diduga berusaha membuat penghuni kos membuka pintu kamar.
“Menurut informasi yang beredar, mereka berupaya memancing penghuni kos agar membuka pintu. Beberapa penghuni kos disebut mengalami kehilangan setelah diduga diancam menggunakan pisau,” demikian isi keterangan dalam unggahan tersebut.
Pihak Lingkungan Turun ke Lokasi
Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Julina Adhani Harahap, membenarkan adanya kejadian gerombolan orang gedor pintu kos di Medan tersebut.
Ia mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai peristiwa tersebut dan langsung mendatangi lokasi bersama Lurah Sempakata.
Menurut Julina, kejadian dalam video viral itu terjadi di sebuah rumah kos yang berada di Jalan Setia Budi, Gang Gereja Karo, pada Sabtu (7/3/2026).
“Jika melihat video yang beredar, memang terlihat mereka mengetuk pintu kamar kos tersebut. Sebelumnya juga sempat ada sekelompok orang datang ke lokasi dengan alasan menawarkan bubuk abate,” kata Julina saat dimintai keterangan, Rabu (11/3/2026).
Diduga Gunakan Modus Jual Bubuk Abate
Julina menjelaskan bahwa dari keterangan para penghuni kos, kelompok tersebut sudah dua kali mendatangi lokasi tersebut.
Pada kedatangan pertama, mereka mengaku hendak melakukan penyuluhan kesehatan sekaligus menawarkan bubuk abate yang biasa digunakan untuk membasmi jentik nyamuk.
Namun, ia menegaskan bahwa kelompok tersebut bukanlah petugas resmi dari pemerintah.
“Mereka sebelumnya mengatakan ingin membagikan atau menjual bubuk abate. Tetapi untuk kedatangan yang kedua ini kami juga belum mengetahui apa tujuannya, karena penghuni kos tidak membuka pintu,” ujarnya.
Menurut Julina, kelompok tersebut datang secara berkelompok dan mengetuk pintu kamar berkali-kali sehingga membuat penghuni kos merasa takut.
Tak hanya di kos yang viral di media sosial, kelompok tersebut juga disebut melakukan hal serupa di sejumlah rumah di sekitar lokasi.
“Mungkin saja mereka ingin menawarkan bubuk tersebut, tetapi karena datang beramai-ramai dan mengetuk pintu berulang kali, para penghuni kos akhirnya merasa khawatir dan memilih tidak membuka pintu,” jelasnya.
Belum Ada Bukti Ancaman atau Pencurian
Terkait narasi yang menyebutkan adanya ancaman menggunakan pisau serta kehilangan barang milik penghuni kos, Julina menyebut hingga saat ini pihaknya belum menemukan bukti yang mendukung informasi tersebut.
Ia mengaku telah meminta keterangan dari penghuni kos yang tinggal di lokasi kejadian.
“Saya sudah menanyakan langsung kepada penghuni kos mengenai kabar adanya kehilangan barang seperti laptop maupun telepon genggam, tetapi mereka mengatakan tidak ada,” ujarnya.
Julina juga menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan mengenai ancaman menggunakan senjata tajam oleh kelompok tersebut.
“Untuk soal pengancaman juga tidak ada laporan. Para penghuni kos hanya merasa takut karena mereka terus mengetuk pintu kamar,” pungkasnya.
Meski demikian, kejadian gerombolan orang gedor pintu kos di Medan tersebut tetap menjadi perhatian warga setempat karena dinilai meresahkan.

