sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Xiaomi 13 Series kini bisa upgrade baterai lebih besar untuk lini flagship lawas mereka.

Program tersebut kini mencakup Xiaomi 13, Xiaomi 13 Pro, hingga Xiaomi 13 Ultra.

Langkah ini menarik perhatian karena Xiaomi tidak hanya menawarkan penggantian baterai standar, tetapi juga menghadirkan baterai baru dengan kapasitas lebih besar dibanding versi bawaan pabrik.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi solusi praktis bagi pengguna yang ingin memperpanjang usia pemakaian ponsel tanpa harus membeli perangkat baru.

Informasi mengenai program ini disampaikan langsung oleh Presiden Xiaomi, Lu Weibing melalui platform media sosial China, Weibo.

Kapasitas Baterai Xiaomi 13 Series Naik Signifikan

Dalam program tersebut, setiap model mendapatkan peningkatan kapasitas berbeda. Untuk varian standar Xiaomi 13, kapasitas baterainya meningkat dari 4.500mAh menjadi 4.850mAh.

Sementara itu, Xiaomi 13 Pro mendapat peningkatan cukup besar, dari 4.820mAh menjadi 5.361mAh.

Adapun Xiaomi 13 Ultra kini dapat menggunakan baterai baru berkapasitas 5.500mAh, meningkat dari kapasitas awal 5.000mAh.

Dengan tambahan kapasitas tersebut, pengguna diperkirakan akan memperoleh daya tahan penggunaan yang lebih panjang untuk aktivitas harian seperti bermain game, streaming video, hingga penggunaan kamera intensif.

Biaya Penggantian Relatif Murah

Xiaomi menetapkan biaya layanan sebesar 189 Yuan atau sekitar Rp430 ribuan. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemasangan di pusat layanan resmi.

Meski demikian, Xiaomi mengingatkan bahwa program ini memiliki keterbatasan stok dan belum tentu tersedia untuk seluruh pengguna dalam waktu bersamaan.

Saat ini layanan baru tersedia di China dan belum ada kepastian apakah akan diperluas ke pasar global termasuk Indonesia.

Tidak Sekadar Ganti Baterai Biasa

Program ini dinilai berbeda dibanding layanan penggantian baterai pada umumnya. Xiaomi menegaskan bahwa baterai baru yang dipasang bukan unit identik dengan baterai bawaan, melainkan versi peningkatan dengan kapasitas lebih besar dan karakteristik pengisian berbeda.

Karena itu, sistem perangkat memerlukan proses penyesuaian ulang setelah pemasangan dilakukan.

Pengguna kemungkinan akan merasakan beberapa perubahan, seperti:

  • Waktu pengisian daya menjadi sedikit lebih lama.
  • Ponsel terasa lebih hangat setelah penggantian baterai.
  • Indikator baterai tidak langsung muncul ketika perangkat benar-benar kehabisan daya.
  • Aplikasi pihak ketiga terkadang belum mampu membaca kapasitas baterai terbaru secara akurat.

Xiaomi menyarankan pengguna mengecek informasi kesehatan baterai langsung melalui menu pengaturan resmi perangkat.

Sistem Akan Melakukan Kalibrasi Otomatis

Setelah baterai baru dipasang, perangkat akan menjalankan proses kalibrasi otomatis di latar belakang. Proses tersebut bertujuan menyesuaikan sistem dengan karakteristik baterai baru.

Pada masa awal penggunaan, suhu perangkat bisa meningkat sementara waktu. Namun Xiaomi menyebut kondisi tersebut masih tergolong normal selama proses adaptasi berlangsung.

Selain itu, beberapa unit Xiaomi 13 series juga diwajibkan memperbarui software ke versi tertentu sebelum proses penggantian dilakukan.

Langkah itu diperlukan agar sistem pengisian daya dan pembacaan kapasitas baterai berjalan optimal.

Strategi Xiaomi Perpanjang Umur Perangkat

Kebijakan ini dinilai menjadi pendekatan baru Xiaomi dalam layanan purnajual.

Di tengah tren pengguna yang kini mempertahankan smartphone lebih lama, program peningkatan baterai seperti ini dianggap memberi nilai tambah signifikan.

Alih-alih mendorong konsumen terus membeli perangkat baru, Xiaomi justru menawarkan solusi untuk memperpanjang umur pakai ponsel flagship generasi sebelumnya.

Bagi pengguna Xiaomi 13 Ultra dan seri lainnya, peningkatan kapasitas baterai dapat menjadi opsi menarik untuk menjaga performa harian perangkat tetap optimal tanpa harus melakukan upgrade smartphone dalam waktu dekat.

Potensi Tren Baru Industri Smartphone

Program semacam ini juga berpotensi menjadi tren baru di industri smartphone global.

Selama ini sebagian besar produsen hanya menyediakan layanan penggantian baterai standar dengan kapasitas sama seperti unit bawaan.

Namun Xiaomi mencoba menghadirkan pendekatan berbeda dengan memberikan “upgrade” nyata terhadap perangkat lama.

Jika berhasil dan diminati pengguna, bukan tidak mungkin produsen lain akan mengikuti langkah serupa.

Selain membantu pengguna menghemat biaya, strategi ini juga dinilai mendukung pengurangan limbah elektronik karena perangkat dapat digunakan lebih lama.