sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kedokteran modern yang kini didukung digitalisasi dan inovasi medis mutakhir, pengobatan alternatif tradisional ternyata masih memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat dunia.

Salah satu metode terapi kuno yang tetap bertahan hingga kini adalah terapi bekam tanduk.

Metode pengobatan tradisional tersebut dinilai masih diminati karena dianggap menawarkan pendekatan kesehatan yang lebih holistik, mencakup keseimbangan fisik, mental, hingga spiritual.

Banyak masyarakat memilih menjadikan terapi alternatif sebagai pendamping pengobatan medis modern.

Salah satu praktisi bekam tanduk yang dikenal luas di tingkat internasional adalah Sheik Muhammad Zaenal Arifin atau Sheik Arifin.

Pria asal Banten itu diketahui telah menjalankan praktik terapi bekam tanduk selama lebih dari 40 tahun di berbagai negara, seperti Arab Saudi, Pakistan, India, Inggris, hingga sejumlah negara di Asia.

Dalam perjalanan pengabdiannya, Sheik Arifin disebut pernah memberikan terapi kepada sejumlah tokoh penting dunia, termasuk salah satu Perdana Menteri Pakistan.

Pengalaman tersebut membuat namanya dikenal luas sebagai praktisi bekam tanduk internasional dengan pasien dari berbagai kalangan dan negara.

Kini menetap di London, Inggris, Sheik Arifin membuka praktik terapi yang banyak didatangi pasien internasional.

Sejumlah pasien disebut datang untuk menjalani terapi dalam upaya membantu pemulihan berbagai gangguan kesehatan, mulai dari penyumbatan pembuluh darah, gangguan ginjal, penyakit jantung, hingga kanker.

Sejumlah pasien dikabarkan mengaku merasakan perubahan kondisi kesehatan setelah menjalani terapi bekam tanduk secara rutin.

Meski demikian, terapi alternatif tetap dipandang sebagai bentuk ikhtiar pendamping dan bukan pengganti penanganan medis modern.

Di usia 66 tahun, Sheik Arifin juga disebut tetap menjaga kedekatan dengan Indonesia. Ia secara berkala kembali ke Tanah Air untuk memberikan terapi kepada masyarakat maupun sejumlah tokoh nasional.
Tak hanya bergerak di bidang terapi tradisional, Sheik Arifin juga diketahui mendirikan pondok pesantren sebagai bentuk kepeduliannya terhadap pendidikan keagamaan dan sosial di Indonesia.

“Sebagai bentuk kecintaannya terhadap Indonesia dan kepeduliannya di bidang sosial serta pendidikan keagamaan, juga mendirikan pondok pesantren di Indonesia,” ucap Sheik Arifin dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).

Fenomena bertahannya pengobatan tradisional di era modern dinilai menunjukkan bahwa masyarakat masih membutuhkan pilihan metode kesehatan yang tidak hanya bertumpu pada teknologi medis, tetapi juga pada pendekatan warisan tradisional yang telah diwariskan lintas generasi.

Pengamat kesehatan menilai keberadaan pengobatan modern dan tradisional dapat berjalan berdampingan selama masyarakat tetap mengedepankan aspek keamanan, konsultasi medis, serta penggunaan terapi secara bijak sesuai kebutuhan kesehatan masing-masing.