Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Peristiwa dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) terjadi di SMAN 3 Nganjuk, Jawa Timur.

Puluhan siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap makanan yang dibagikan melalui program MBG pada Rabu (2/9/2026).

Di tengah kejadian tersebut, terdapat seorang siswa berinisial DV yang justru tidak mengalami keluhan serupa.

Bukan karena memiliki kondisi khusus, DV diketahui tidak menyantap menu MBG yang dibagikan sekolah.

DV ternyata sudah membawa bekal makanan dari rumah yang disiapkan oleh ibunya. Karena telah membawa makanan sendiri, ia memilih menyantap bekal tersebut dan tidak ikut mengonsumsi menu MBG.

Keputusan sederhana membawa bekal dari rumah itu membuat DV tidak ikut menyantap makanan yang kemudian diduga berkaitan dengan munculnya sejumlah keluhan kesehatan pada siswa.

Puluhan Siswa Mengalami Mual hingga Muntah

Kasus tersebut bermula ketika makanan MBG tiba dan dibagikan kepada para siswa. Menu yang disajikan antara lain nasi goreng dengan ayam suwir, tahu bulat dan sejumlah pelengkap lainnya.

Para siswa kemudian menyantap makanan tersebut. Beberapa jam setelah makan, sejumlah pelajar mulai merasakan gangguan kesehatan.

Keluhan yang dilaporkan meliputi pusing, mual, sakit perut hingga muntah. Para siswa yang mengalami gejala kemudian mendapat pertolongan medis dan dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan.

Pada laporan awal, tercatat 49 siswa dan seorang guru SMAN 3 Nganjuk mengalami gejala setelah menyantap menu MBG.

Mereka mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk Puskesmas Begadung, RSUD Nganjuk dan RS Bhayangkara.

SPPG Penyedia MBG Kemudian Disuspend

Kasus tersebut kemudian mendapat perhatian dari pemerintah daerah dan pihak terkait.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Begadung 2 yang memasok makanan MBG untuk sekolah tersebut berhenti beroperasi setelah kejadian.

Petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap lokasi penyedia makanan. Investigasi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan setelah makanan dikonsumsi.

Hingga tahap pemeriksaan, penyebab pasti dugaan keracunan belum dapat dipastikan.

Sampel makanan dan pemeriksaan laboratorium menjadi bagian dari proses untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan para siswa mengalami gangguan kesehatan.

Jumlah Korban Bertambah

Perkembangan kasus menunjukkan jumlah orang yang mengalami keluhan setelah menyantap menu MBG di Nganjuk kemudian bertambah.

Dalam perkembangan terbaru, tercatat 127 orang mengalami dugaan keracunan. Korban tidak hanya berasal dari SMAN 3 Nganjuk.

Sejumlah siswa dari sekolah lain serta seorang guru dan staf sekolah juga tercatat mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang berasal dari SPPG Begadung 2.

Per 4 September 2026, sebanyak 18 korban masih menjalani perawatan medis. Sementara korban lainnya telah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang.

Pemerintah Kabupaten Nganjuk menyatakan penanganan terhadap para korban terus dilakukan. Tim medis juga masih memberikan pendampingan kepada korban yang menjalani perawatan.

Sementara itu, hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan Nganjuk dan BBPOM Surabaya masih dinantikan untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

Kisah DV yang membawa bekal dari rumah pun menjadi perhatian di tengah kejadian tersebut.

Ia menjadi salah satu siswa yang tidak ikut mengonsumsi menu MBG pada hari kejadian sehingga tidak mengalami gejala yang dialami sejumlah siswa lainnya.

Meski demikian, penyebab pasti dugaan keracunan tetap harus menunggu hasil pemeriksaan resmi.

Dengan demikian, belum dapat disimpulkan bahwa menu MBG merupakan penyebab langsung sebelum hasil investigasi dan uji laboratorium dinyatakan secara resmi.