Jakarta Matangkan Agenda Budaya dan Pariwisata Menuju Usia 500 Tahun, Siapkan Event Sepanjang 2027
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai mempersiapkan rangkaian agenda budaya dan pariwisata dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kota Jakarta yang akan diperingati pada 2027 mendatang.
Berbagai kegiatan berskala nasional hingga internasional dirancang untuk berlangsung sepanjang tahun sebagai bagian dari transformasi Jakarta menuju kota global.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan pemerintah tengah menyusun kalender kegiatan tahunan yang akan menjadi panduan bagi sektor pariwisata, perhotelan, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat dalam menyambut momentum lima abad Jakarta.
Menurut Rano, setiap bulan sepanjang tahun 2027 akan diisi dengan berbagai kegiatan internasional yang tidak hanya menampilkan kekayaan budaya Jakarta, tetapi juga bertujuan meningkatkan daya tarik wisata dan memperkuat posisi ibu kota sebagai salah satu kota global di kawasan Asia.
“Kami sedang menyiapkan kalender kegiatan dari Januari hingga Desember 2027. Setiap bulan akan ada agenda berskala internasional sebagai bagian dari persiapan Jakarta menuju kota global,” ujar Rano Karno dalam keterangannya, Sabtu (20/6/2026).
Dorong Kunjungan Wisata dan Pertumbuhan Ekonomi
Pemprov DKI menilai sektor budaya memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi daerah.
Karena itu, berbagai agenda budaya yang disiapkan tidak hanya berorientasi pada pelestarian tradisi, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Rano menjelaskan, berbagai rangkaian kegiatan budaya dan keagamaan yang digelar Jakarta selama ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
Periode perayaan akhir tahun hingga Idul Fitri, misalnya, disebut mampu menghasilkan perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp68 triliun.
Peningkatan aktivitas wisata diyakini akan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi kota, termasuk peningkatan pendapatan daerah dari sektor jasa, perdagangan, perhotelan, dan industri kreatif.
Budaya Betawi Jadi Identitas Utama
Dalam rangkaian peringatan HUT Jakarta ke-499 tahun ini, Pemprov DKI juga memasukkan sejumlah agenda bernuansa religius dan budaya, termasuk penyelenggaraan Haul Ulama dan Habaib sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh-tokoh yang memiliki kontribusi dalam perjalanan sejarah Jakarta.
Selain itu, budaya Betawi akan terus menjadi identitas utama yang diperkenalkan kepada wisatawan.
Pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak untuk memperluas promosi budaya lokal melalui berbagai kegiatan yang mudah dijangkau masyarakat dan pengunjung.
Upaya tersebut dilakukan agar budaya Betawi tidak hanya dikenal sebagai warisan sejarah, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman wisata yang dapat dinikmati secara langsung oleh para wisatawan.
Hotel Dilibatkan Perkenalkan Budaya Jakarta
Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat kolaborasi dengan industri perhotelan untuk memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada para tamu yang datang ke Jakarta.
Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penyajian kuliner khas Betawi, pertunjukan seni tradisional, hingga penyambutan tamu dengan nuansa budaya lokal di sejumlah hotel.
Saat ini, sekitar 15 hotel telah menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta dalam program promosi budaya tersebut.
Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi budaya Betawi sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan selama berada di Jakarta.
Menuju Jakarta Kota Global Berbasis Budaya
Persiapan menuju HUT ke-500 Jakarta menjadi salah satu momentum penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat identitas kota di tengah transformasi menuju pusat ekonomi dan bisnis global.
Melalui penyelenggaraan berbagai festival budaya, kegiatan pariwisata, event internasional, serta kolaborasi dengan sektor swasta,
Pemprov DKI berharap Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi nasional, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang memiliki karakter kuat dan daya saing internasional.
Perayaan lima abad Jakarta pada 2027 mendatang diproyeksikan menjadi salah satu agenda terbesar dalam sejarah ibu kota, sekaligus menjadi etalase budaya Indonesia di mata dunia.
