Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Pemprov DKI akan siapkan pawai ogoh-ogoh dan penjor saat perayaan Nyepi 2026 di Bundaran HI sebagai pusat perayaan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret mendatang. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan kawasan ikonik Jakarta Pusat itu menjadi lokasi utama rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa pemasangan penjor di Bundaran HI akan menjadi momen yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

“Bundaran HI pada saat Nyepi, kami akan ada pawai ogoh-ogoh dan juga akan ada penjor di sini. Yang mungkin belum pernah ada penjor dipasang di Bundaran HI. Nanti akan kami pasang penjor ada di Bundaran HI,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo dikutip dari Antara, Sabtu, (28/2/2026).

Pramono menegaskan seluruh agama harus diperlakukan sama di Jakarta. Ia juga kerap menyampaikan bahwa dirinya adalah gubernur bagi semua umat, sehingga setiap hari besar keagamaan difasilitasi perayaannya di ibu kota, mulai dari Natal, Imlek, Ramadan, Idulfitri, hingga Nyepi.

Rangkaian Kegiatan Dibagi Empat Klaster

Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati menjelaskan panitia menyusun kegiatan dalam empat klaster utama, yaitu:

  • Pertama, kegiatan keagamaan yang meliputi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Nyepi, dan Ngembak Geni.
  • Kedua, kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
  • Ketiga, festival budaya dan pendidikan, termasuk parade ogoh-ogoh.
  • Keempat, Dharma Santi sebagai ajang silaturahmi pasca-Nyepi.

Seluruh rangkaian kegiatan akan digelar di sejumlah lokasi di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Melasti dijadwalkan pada 15 Maret 2026 di Pura Segara, Jakarta Utara, dan akan dihadiri umat Hindu se-DKI Jakarta. Sementara Tawur Agung dilaksanakan pada 18 Maret 2026 di Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur.

Ada Baksos, Donor Darah hingga Festival Budaya

Selain kegiatan keagamaan, panitia juga menggelar bhakti sosial, donor darah, dan pengobatan gratis. Terdapat pula seminar literasi keuangan dan UMKM.

Festival budaya dan parade ogoh-ogoh akan berlangsung di ruang publik sebagai bagian dari dukungan terhadap citra Jakarta sebagai kota toleran dan berbudaya.

Pemprov DKI berharap perayaan ini menjadi momentum memperketat kerukunan antarumat beragama sekaligus menghadirkan ruang ekspresi budaya di jantung ibu kota.