Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Etika menggunakan fasilitas transportasi umum kembali menjadi perbincangan di media sosial.

Kali ini, seorang penumpang pria mengeluhkan kebiasaan sejumlah penumpang perempuan yang memilih duduk di area kursi umum meski kursi yang diperuntukkan bagi perempuan masih tersedia.

Keluhan tersebut dibagikan melalui akun media sosial @folkjog dan kemudian mendapat beragam tanggapan dari warganet.

Dalam unggahan tersebut, seorang pria mempertanyakan alasan penumpang perempuan memilih menggunakan kursi di area umum ketika kursi khusus perempuan masih kosong.

Ia menilai kondisi tersebut membuat penumpang pria yang membutuhkan tempat duduk menjadi kesulitan mendapatkan kursi.

Menurutnya, apabila penumpang perempuan yang tidak membutuhkan kursi khusus memilih duduk di area tersebut, kursi di bagian umum bisa lebih cepat penuh.

“Kalau lu tahu lu cewek, ya isi di bagian depan. Yang pengin duduk tuh bukan lu aja,” demikian keluhan yang disampaikan dalam video yang beredar.

Keluhan serupa juga disampaikan warganet lain melalui kolom komentar. Salah seorang pengguna mengaku pernah mengalami situasi yang hampir sama ketika menggunakan TransJakarta dari arah Pancoran menuju Grogol.

Ia mempertanyakan alasan penumpang perempuan tetap memilih duduk di bagian belakang ketika area yang diperuntukkan bagi perempuan masih tersedia.

Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan dengan kesadaran bersama dalam menggunakan fasilitas transportasi publik.

Ia bahkan mengusulkan agar konsep kursi khusus perempuan dievaluasi dan diganti menjadi kursi prioritas.

Bukan Sekadar Persoalan Kursi

Perdebatan mengenai tempat duduk di transportasi umum sebenarnya bukan persoalan baru.

Interaksi antarpenumpang, penggunaan kursi prioritas, hingga pembagian ruang di dalam bus beberapa kali menjadi perhatian publik.

Transjakarta sendiri pada Desember 2025 pernah memberikan penjelasan terkait etika penggunaan kursi di dalam armada setelah muncul unggahan mengenai interaksi antarpenumpang.

Dalam penjelasan tersebut, Transjakarta menyebut kursi prioritas diperuntukkan bagi lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, serta orang tua yang membawa anak atau balita.

Di luar kategori tersebut, kursi umum dapat digunakan oleh pelanggan. Transjakarta juga mengimbau seluruh pelanggan untuk mengedepankan toleransi dan saling menghargai selama menggunakan layanan transportasi publik.

Petugas di lapangan diarahkan untuk membantu memberikan pemahaman mengenai penggunaan kursi prioritas apabila terjadi persoalan antarpengguna.

TransJakarta Sediakan Area Khusus Perempuan

Di sisi lain, Transjakarta memang memiliki fasilitas yang ditujukan untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman bagi pelanggan perempuan.

Pada Januari 2026, Transjakarta menyatakan telah menyediakan ruang khusus perempuan di setiap armada serta mengoperasikan bus berwarna merah muda khusus perempuan pada sejumlah rute yang memiliki tingkat kesibukan tinggi.

Fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan memperkuat ekosistem transportasi yang ramah perempuan dan anak.

Transjakarta juga menyatakan komitmennya untuk menghadirkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh pengguna.

Karena itu, unggahan mengenai penggunaan kursi oleh penumpang perempuan tersebut kembali memunculkan diskusi mengenai bagaimana fasilitas transportasi publik seharusnya digunakan.

Di tengah padatnya mobilitas warga Jakarta, persoalan tempat duduk tidak hanya berkaitan dengan siapa yang berhak duduk, tetapi juga menyangkut kesadaran, toleransi, dan kepatuhan terhadap peruntukan fasilitas agar perjalanan dapat berlangsung nyaman bagi seluruh penumpang.

Hingga berita ini ditulis, unggahan tersebut masih menjadi bahan perbincangan warganet dengan berbagai pandangan mengenai penggunaan area tempat duduk di dalam transportasi publik.