Warga Keluhkan Sulit Cari Obat Influenza di Jakarta, Kemenkes Siapkan Penjelasan!
HAIJAKARTA.ID- Sejumlah warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan obat influenza, khususnya oseltamivir, di sejumlah fasilitas kesehatan di Jakarta.
Keluhan tersebut muncul ketika kasus influenza dan penyakit pernapasan tengah menjadi perhatian dalam beberapa pekan terakhir.
Seorang warga Jakarta Barat bernama Monica mengaku kesulitan mencari oseltamivir setelah anaknya mengalami influenza dengan demam tinggi.
Ia mengatakan telah mencari obat tersebut di sejumlah rumah sakit, mulai dari wilayah Jakarta Utara hingga Jakarta Barat.
Menurut Monica, dokter yang menangani anaknya menyebut persediaan obat tersebut sedang sulit ditemukan.
“Kata dokter memang di Indonesia lagi enggak ada stok,” ujar Monica saat dikonfirmasi pada Senin (28/9/2026).
Anak Demam Tinggi hingga Harus ke IGD
Monica mengatakan pencarian obat bermula ketika anaknya mengalami demam tinggi hingga mencapai 39-40 derajat Celsius.
Kondisi tersebut membuatnya membawa sang anak ke instalasi gawat darurat (IGD). Ia menuturkan, pemberian obat penurun panas seperti parasetamol dan ibuprofen belum mampu menurunkan suhu tubuh anaknya secara signifikan.
Anak tersebut kemudian mendapatkan obat melalui dubur saat berada di IGD. Situasi di rumah sakit juga disebut cukup padat.
Monica mengaku harus mengantre di IGD dan menemukan banyak anak lain yang mengalami keluhan kesehatan serupa.
Menurutnya, kondisi kamar rawat inap di rumah sakit yang didatanginya juga penuh.
Dokter Sarankan Rawat Jalan
Monica kemudian mendapat informasi bahwa oseltamivir tidak tersedia di rumah sakit tempat anaknya mendapatkan perawatan.
Karena kondisi anaknya masih memungkinkan untuk makan dan minum, dokter menyarankan agar perawatan dilanjutkan secara rawat jalan.
Dokter juga memberikan resep agar obat tersebut dicari secara mandiri di luar rumah sakit.
Oseltamivir merupakan obat antivirus yang digunakan dalam penanganan influenza dan bekerja terhadap virus influenza tipe A maupun B. Penggunaannya perlu mengikuti penilaian dan resep tenaga kesehatan.
Kasus Influenza di Indonesia Tengah Dipantau
Keluhan mengenai sulitnya memperoleh oseltamivir ini muncul ketika pemantauan pemerintah menunjukkan adanya peningkatan proporsi influenza dalam pemeriksaan laboratorium.
Dalam laporan pengawasan influenza dan COVID-19 Kementerian Kesehatan yang diperbarui 26 September 2026, proporsi influenza pada minggu ke-37 tercatat meningkat menjadi 58 persen dari 48 persen pada minggu sebelumnya.
Sebanyak 39 persen kasus influenza yang terdeteksi berasal dari kelompok usia 0-4 tahun.
Sebelumnya, pada periode 13-19 September 2026, proporsi influenza juga meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen pada minggu sebelumnya.
Pada periode tersebut, 42 persen kasus influenza yang terdeteksi berasal dari kelompok usia 0-4 tahun.
Kementerian Kesehatan tetap menyatakan bahwa berdasarkan analisis hingga minggu ke-36, tingkat aktivitas influenza masih berada dalam kategori rendah dan situasi secara umum masih terkendali.
Pemerintah juga terus melakukan surveilans untuk memantau perkembangan kasus serta karakteristik virus influenza.
Kasus ISPA di Jakarta Barat Meningkat
Di tingkat daerah, peningkatan penyakit pernapasan juga tercatat di Jakarta Barat.
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat melaporkan jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) mengalami tren peningkatan sejak akhir Agustus 2026.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), terdapat 10.963 kasus ISPA baru pada periode 30 Agustus–5 September.
Jumlah tersebut meningkat menjadi 13.042 kasus pada periode 6–12 September dan kembali naik menjadi 13.614 kasus pada pekan berikutnya.
Untuk kasus Influenza-Like Illness (ILI), tercatat 54 kasus pada 30 Agustus–5 September, kemudian 79 kasus pada 6–12 September, dan 26 kasus pada pekan berikutnya.
Dinas Kesehatan Jakarta Barat juga melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan lebih lanjut dan mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menggunakan masker ketika mengalami gejala, serta menerapkan etika batuk.
Kemenkes Akan Berikan Penjelasan
Terkait keluhan mengenai sulitnya mendapatkan oseltamivir, Kementerian Kesehatan telah dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengatakan pihaknya akan memberikan penjelasan melalui konferensi pers pada Senin sore.
“Nanti sore kami adakan presscon ya,” kata Aji.
Hingga informasi ini disusun, belum terdapat penjelasan lebih lanjut dari Kemenkes mengenai penyebab kelangkaan atau ketersediaan oseltamivir di fasilitas kesehatan dan apotek.
Kemenkes sendiri menyediakan sistem informasi untuk memantau ketersediaan obat melalui Farmaplus, yang memuat informasi obat, harga, serta fasilitas pelayanan kesehatan yang menyediakan obat tertentu.
Masyarakat yang mengalami gejala influenza juga diimbau tidak melakukan pengobatan sendiri tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Kemenkes sebelumnya mengingatkan agar masyarakat yang mengalami gejala menggunakan masker, mengurangi kontak dekat dengan orang lain, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mendatangi fasilitas kesehatan apabila kondisi memburuk.
