sosmed-whatsapp-green Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – Sebuah video sayembara anak oknum perwira yang viral di platform X hingga Instagram.

Konten tersebut menuai kecaman luas karena diduga mengajak warganet membuat komentar bernuansa rasis demi hadiah uang.

Berdasarkan informasi yang beredar, akun Instagram dengan nama pengguna @redblood diduga milik anak dari oknum perwira polisi di Semarang.

Dalam unggahannya, akun tersebut membuat sayembara berupa lomba komentar paling rasis dengan imbalan uang tunai.

Dalam video yang tersebar luas, terlihat pemilik akun mengunggah reels dengan keterangan yang menawarkan hadiah bagi komentar tertentu.

“Komentar paling rasis, saya kirimkan Rp100 ribu,” demikian bunyi keterangan dalam unggahan tersebut.

Kronologi Video Sayembara Anak Oknum Perwira Jadi Viral

Konten video sayembara anak oknum perwira ini pertama kali ramai setelah diunggah ulang oleh akun X @Heraloebss pada Rabu (6/5/2026).

Unggahan tersebut kemudian menyebar cepat ke berbagai platform, termasuk Threads.

Dari video yang beredar, tercatat lebih dari seribu komentar ikut meramaikan sayembara tersebut. Ironisnya, salah satu komentar yang dinyatakan sebagai pemenang justru mengandung unsur rasis yang menyinggung etnis Papua.

Aksi tersebut memicu gelombang kritik dari masyarakat yang menilai konten itu tidak pantas dan berpotensi memecah belah.

Pengakuan Tak Takut Dilaporkan Tuai Sorotan

Alih-alih meminta maaf, pemilik akun justru membuat pernyataan yang semakin memperkeruh situasi. Dalam video lain yang beredar, ia mengaku tidak khawatir jika dilaporkan ke pihak berwajib.

“Apa pun mau dilaporkan, silakan saja. Pada akhirnya saya yang akan menang. Orang tua saya dua-duanya anggota polisi dan bukan berpangkat rendah,” ucap pemilik akun tersebut dalam video yang beredar.

Pernyataan tersebut semakin memperkuat sorotan publik terhadap video sayembara anak oknum perwira, terutama terkait dugaan penyalahgunaan status orang tua.

Tuai Kritik Warganet

Aksi yang dilakukan akun tersebut langsung menuai kecaman dari berbagai kalangan. Banyak warganet menilai konten tersebut tidak hanya melanggar norma sosial, tetapi juga berpotensi memicu konflik antar kelompok.

Dalam unggahan akun X @Heraloebss, disebutkan bahwa sayembara tersebut dilakukan hanya dengan iming-iming hadiah Rp100 ribu, namun berdampak luas.

“Dengan hadiah Rp100 ribu, yang bersangkutan diduga mengaku sebagai anak perwira dari Polrestabes Semarang dan mengajak masyarakat membuat komentar rasis. Bahkan ia menyatakan akan tetap unggul jika dilaporkan karena latar belakang orang tuanya di kepolisian,” tulis akun tersebut.