DPR Sebut Anggaran Program Makan Bergizi Gratis 2027 Diproyeksikan Turun Menjadi Rp174 Triliun!
HAIJAKARTA.ID- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, menyampaikan bahwa alokasi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun anggaran 2027 diproyeksikan turun menjadi sekitar Rp174 triliun.
Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan pagu anggaran yang saat ini direncanakan sebesar Rp268 triliun.
Menurut Said, penyesuaian anggaran dilakukan setelah pemerintah menghitung kembali kebutuhan riil pelaksanaan program.
Perhitungan tersebut mempertimbangkan jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang akan beroperasi serta jumlah peserta didik dan kelompok masyarakat yang benar-benar menjadi penerima manfaat.
Ia menjelaskan bahwa selain anggaran yang dialokasikan melalui sektor pendidikan, terdapat pula dukungan anggaran dari sektor kesehatan yang digunakan untuk program peningkatan gizi masyarakat.
Di antaranya menyasar penanganan stunting, ibu hamil, ibu menyusui, hingga kelompok rentan lainnya.
Dengan mempertimbangkan keseluruhan komponen tersebut, kebutuhan anggaran MBG diperkirakan tidak melebihi Rp174 triliun.
“Kalau juga di luar anggaran pendidikan ada anggaran kesehatan yang masuk, seperti untuk stunting dan ibu hamil, hitungan saya tidak lebih dari Rp174 triliun,” ujar Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (6/7).
Penyesuaian Dilakukan Berdasarkan Kebutuhan Program
Said menegaskan bahwa perubahan besaran anggaran bukan berarti pemerintah mengurangi komitmen terhadap Program Makan Bergizi Gratis.
Penyesuaian dilakukan agar alokasi dana lebih sesuai dengan kebutuhan di lapangan, termasuk kesiapan operasional SPPG sebagai dapur penyedia makanan bergizi serta jumlah sasaran yang benar-benar dapat dilayani.
Dengan pendekatan tersebut, anggaran diharapkan menjadi lebih efisien tanpa mengurangi efektivitas pelaksanaan program yang menjadi salah satu prioritas nasional.
Sebelumnya Pagu MBG Sudah Dipangkas
Sebelum muncul proyeksi terbaru sebesar Rp174 triliun, pemerintah lebih dahulu melakukan penyesuaian pagu anggaran MBG dalam.
Semula, program ini dirancang memperoleh alokasi sebesar Rp335 triliun. Namun, dalam perkembangan pembahasan APBN, pagu tersebut dikurangi menjadi Rp268 triliun sebagai bagian dari penyesuaian fiskal dan implementasi program secara bertahap.
Kini, berdasarkan perhitungan terbaru yang disampaikan Ketua Banggar DPR, kebutuhan anggaran untuk tahun berikutnya diperkirakan kembali turun menjadi sekitar Rp174 triliun.
Program MBG Jadi Prioritas Peningkatan Gizi Nasional
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi peserta didik.
Selain memberikan makanan bergizi di sekolah, program ini juga diarahkan untuk mendukung upaya percepatan penurunan angka stunting, memperbaiki status gizi ibu hamil dan ibu menyusui, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia dalam jangka panjang.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kesiapan infrastruktur, ketersediaan SPPG, distribusi logistik, serta kemampuan fiskal negara agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Pembahasan Anggaran Masih Berlanjut
Besaran akhir anggaran Program Makan Bergizi Gratis masih akan dibahas lebih lanjut dalam proses penyusunan RAPBN bersama pemerintah dan DPR.
Nilai yang disampaikan Ketua Banggar DPR merupakan hasil proyeksi berdasarkan kebutuhan program saat ini dan masih berpotensi mengalami penyesuaian sesuai perkembangan pembahasan anggaran negara.

