Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID – DPRD DKI Jakarta setuju dengan rencana penyesuaian tarif Transjakarta dan Transjabodetabek yang tengah dikaji Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Namun, kenaikan tarif diminta tetap memperhatikan kemampuan masyarakat agar tidak membebani penumpang.

Anggota Komisi B DKI Jakarta, Taufirj Zoelkifli, mengatakan pihaknya pada prinsipnya setuju jika tarif Transjakarta dinaikan.

Menurutnya, subsidi yang selama ini diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada operator transportasi tersebut cukup besar sehingga perlu dilakukan penyesuaian untuk menjaga keberlanjutan layanan.

“Kami sebenarnya setuju untuk menaikkan tarif karena memang tidak bisa terus menerus Transjakarta ini disubsidi demikian besar oleh Pemda DKI Jakarta,” kata Taufik pada Sabtu, (13/6/2026).

Menurut Taufik, kenaikan tarif menjadi salah satu langkah untuk mengurangi beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah daerah.

Usul Tarif Transjakarta Naik Jadi Rp 4.000-Rp 4.500

Meski mendukung kenaikan tarif, Ketua Fraski PKS DPRD DKI Jakarta itu meminta agar besaran kenaikan tidak terlalu tinggi. Ia mengusulkan tarif yang saat ini Rp 3.500 dapat dinaikan secara bertahap menjadi Rp 4.000 hingga Rp 4.500.

Taufik menilai TP Transportasi perlu mengkaji terlebih dahulu kemampuan dan kemauan masyarakat dalam membayar tarif transportasi umum sebelum menetapkan angka kenaikan.

“Pertama dilihat lagi ATP (ability to pay) dan WTP (wilingness to pay), mungkin naiknya dari Rp 3.500 menjadi Rp 4.500 atau Rp 4.000,” ucapnya.

Menurutnya, skema tersebut dapat menjadi jalan tengah agar tarif tetap naik tanpa membebani masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Artinya kita tetap naik, tapi kemudian di angka yang tidak memberatkan rakyat dan juga tidak memberatkan Pemerintah DKI Jakarta,” imbuhnya.

Selain tarif transjakarta reguler, Taufik juga mengusulkan agar layanan JakLingko yang saat ini gratis mulai dinakan tarif ringan.

“Kemudian penyesuaian kenaikannya, JakLingko kan sekarang nol rupiah, mungkin itu kita jadikan bertarif, mungkin Rp 500 atau Rp 1.000 tergantung nanti kajiannya bagaimana,” katanya.

Pemprov DKI Kaji Penyesuaian Tarif

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta memang tengah mengkaji penyesuaian tarif Transjabodetabek seiring pengoperasian sejumlah rute baru yang enghubungkan Jakarta dengan wilayah penyangga.

Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah layanan Blok M-Bandara Soekarno-hatta yang memiliki jarak tempuh lebih panjang dibanding layanan Transjakarta dalam kota.

Pemprov DKI menilai tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini sudah kurang relevan untuk beberapa rute antarkota dengan biaya operasional yang lebih besar.

Meski demikian, pemerintah memastikan kebijakan penyesuaian tarif tetap mempertimbangkan keterjangkauan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan layanan transportasi publik di Jakarta dan kawasan aglomerasi.