Lebih dari 700 Anak Jalanan di Jakarta Disiapkan Masuk Sekolah Rakyat, Kuota Bertambah 1.000 Siswa!
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah terus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan melalui Program Sekolah Rakyat.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengungkapkan telah menjangkau lebih dari 700 anak jalanan di Jakarta yang dipersiapkan menjadi calon peserta program tersebut.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengatakan upaya ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menekan angka anak tidak bersekolah yang masih tergolong tinggi di Indonesia.
Lebih dari 4 Juta Anak Belum Bersekolah
Menurut Saifullah Yusuf, data pemerintah menunjukkan jumlah anak yang tidak mengenyam pendidikan formal di Indonesia telah melampaui empat juta orang.
Sebagian dari jumlah tersebut berada di Jakarta, sehingga ibu kota menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat.
Ia menyebutkan bahwa ratusan anak jalanan yang telah dijangkau saat ini masih menjalani proses verifikasi dan validasi agar bantuan pendidikan diberikan kepada sasaran yang benar-benar membutuhkan.
“Kami sudah melakukan penjangkauan terhadap lebih dari 700 anak. Saat ini seluruh data masih diverifikasi, didatangi ke rumah masing-masing, kemudian dilakukan pengecekan bersama RT, RW, serta Pemerintah Provinsi Jakarta agar datanya akurat,” ujar Saifullah usai meninjau Sekolah Rakyat di Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2026).
Verifikasi Dilakukan Bersama Pemprov Jakarta
Kemensos menegaskan proses pendataan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Pemerintah Provinsi Jakarta.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap calon peserta memenuhi kriteria penerima manfaat sekaligus mencegah kesalahan data.
Koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga dilakukan setelah Gubernur Jakarta meminta konsolidasi data agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
Jakarta Tambah Kapasitas 1.000 Siswa Sekolah Rakyat
Sementara itu, Pemprov Jakarta siap mendukung penambahan kapasitas Program Sekolah Rakyat sebanyak 1.000 siswa.
Menurut Pramono, penambahan kuota dinilai penting mengingat Jakarta memiliki jumlah penduduk yang besar sekaligus menghadapi tingkat ketimpangan ekonomi tertinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa Jakarta menjadi tempat berkumpulnya masyarakat berpenghasilan tinggi sekaligus menjadi tujuan banyak warga dari berbagai daerah yang datang untuk mencari pekerjaan dan kehidupan yang lebih baik.
Kondisi tersebut menyebabkan kesenjangan sosial di ibu kota masih cukup tinggi.
Program Dinilai Tepat Menjangkau Anak dari Keluarga Rentan
Pramono menilai Sekolah Rakyat merupakan solusi strategis untuk membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu maupun mereka yang selama ini putus sekolah.
Dengan jumlah penduduk Jakarta yang telah mencapai lebih dari 11 juta jiwa berdasarkan data sensus, kebutuhan terhadap layanan pendidikan bagi kelompok rentan juga semakin besar.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jakarta siap mendukung perluasan kapasitas program agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan kembali bersekolah.
Program Sekolah Rakyat sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem melalui sistem pendidikan berasrama, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sejalan dengan Arahan Penambahan Kapasitas
Sebelumnya, Kemensos bersama Pemerintah Provinsi Jakarta juga telah menyepakati penambahan sekitar 1.000 kursi Sekolah Rakyat di Jakarta sebagai tindak lanjut atas arahan pemerintah untuk memperluas jangkauan program di wilayah dengan jumlah anak rentan yang tinggi.
Penambahan kapasitas tersebut diharapkan mampu mengakomodasi lebih banyak anak yang selama ini belum mendapatkan akses pendidikan yang layak
