Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menghentikan sementara penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tahun ajaran 2025/2026.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada Senin, 22 Juni 2026 hingga 13 Juli 2026.

Penghentian sementara layanan MBG dilakukan berdasarkan Surat Edaran Kepala BGN Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur dalam penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.

Wakil Kepala BGN yang juga Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya penataan operasional dan efisiensi penggunaan anggaran negara selama peserta didik tidak menjalani kegiatan belajar mengajar.

“Pada periode libur sekolah kali ini, distribusi MBG dihentikan sementara sebagai bagian dari standardisasi tata kelola operasional dan efisiensi sumber daya,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dapur MBG Tidak Beroperasi Selama Liburan

Selama masa penghentian layanan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tidak beroperasi tidak akan menerima insentif operasional harian yang selama ini diberikan pemerintah.

BGN mencatat setiap SPPG memperoleh insentif operasional sebesar Rp6 juta per hari ketika menjalankan layanan distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat.

Menurut Agustina, penghentian operasional sementara ini berdampak langsung pada penghentian pencairan insentif kepada ribuan dapur MBG di seluruh Indonesia.

“Karena tidak ada aktivitas distribusi, maka insentif operasional harian sebesar Rp6 juta juga tidak diberikan selama masa libur,” katanya.

Potensi Penghematan Capai Rp3 Triliun

BGN memperkirakan kebijakan penghentian sementara program MBG selama masa liburan sekolah dapat menghasilkan efisiensi anggaran yang sangat signifikan.

Saat ini tercatat sebanyak 27.820 SPPG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Dengan asumsi penghentian insentif selama 18 hari masa libur, negara diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga sekitar Rp3 triliun.

Perhitungan tersebut berasal dari jumlah SPPG yang aktif dikalikan besaran insentif harian serta durasi penghentian operasional selama masa liburan.

“Dari simulasi yang dilakukan, efisiensi anggaran insentif SPPG selama periode tersebut mencapai sekitar Rp3 triliun,” jelas Agustina.

Tidak Hanya Siswa, Ibu Hamil dan Balita Juga Terdampak

Penghentian sementara layanan MBG tidak hanya berlaku bagi peserta didik di sekolah, tetapi juga mencakup kelompok penerima manfaat nonpeserta didik atau kelompok 3B.

Kelompok 3B terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang selama ini juga menjadi sasaran program pemenuhan gizi pemerintah.

Dalam keterangan resmi yang dipublikasikan BGN disebutkan bahwa selama periode hari libur, pelayanan MBG untuk seluruh kelompok penerima manfaat dihentikan sementara tanpa pengecualian.

“Selama periode hari libur tidak dilaksanakan pelayanan MBG bagi peserta didik maupun kelompok nonpeserta didik yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita,” demikian keterangan resmi BGN.

Berlaku Saat Hari Libur Nasional dan Akhir Pekan

BGN juga menegaskan bahwa penghentian distribusi MBG bukan hanya diterapkan selama libur sekolah.

Kebijakan serupa akan berlaku pada hari libur nasional, hari besar keagamaan, hari libur khusus yang ditetapkan pemerintah daerah, serta setiap akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu.

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari pengaturan operasional program agar pelaksanaannya lebih efektif dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.

Keamanan Dapur MBG Tetap Dijaga

Meski distribusi makanan dihentikan sementara, BGN memastikan seluruh aset dan fasilitas SPPG tetap berada dalam pengawasan selama masa liburan.

Petugas keamanan akan tetap bertugas secara bergiliran selama 24 jam untuk menjaga keamanan bangunan, peralatan dapur, serta fasilitas penunjang lainnya.

BGN menegaskan bahwa kesiapan operasional tetap dipertahankan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan normal setelah masa libur sekolah berakhir pada pertengahan Juli mendatang.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama peserta didik, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Setelah masa libur sekolah berakhir, distribusi MBG direncanakan kembali berjalan sesuai jadwal operasional yang telah ditetapkan.