Follow WhatsApp Channel Haijakarta.id
Follow

HAIJAKARTA.ID- Kasus influenza di wilayah Jakarta tengah menjadi perhatian seiring adanya peningkatan aktivitas penyakit saluran pernapasan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada, meski peningkatan yang terjadi saat ini masih berada dalam batas yang dinilai terkendali.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan terdapat kenaikan kasus influenza di Jakarta sekitar 15 persen.

Namun, ia menyebut peningkatan tersebut masih tergolong kecil dan belum dapat dikategorikan sebagai kondisi wabah.

“Ini normal-normal aja baru 15%, sehingga dengan demikian ini masih dianggap sebagai mild dan normal,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Menurut Pramono, Pemprov DKI telah melakukan pendalaman terhadap perkembangan kasus influenza di Ibu Kota.

Pemerintah juga terus memantau kondisi tersebut untuk mengantisipasi kemungkinan peningkatan kasus lebih lanjut.

Kasus ISPA Jakarta Naik 15,7 Persen

Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta sebelumnya mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sekitar 15,7 persen berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah puskesmas di Jakarta.

Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan, peningkatan kasus ISPA tersebut masih sesuai dengan pola musiman.

Karena itu, angka tersebut tidak dapat langsung disimpulkan sebagai peningkatan kasus Influenza A.

“ISPA dapat disebabkan oleh berbagai faktor risiko dan kuman penyebab,” kata Ani.

Dinkes DKI juga belum menemukan indikasi lonjakan signifikan berdasarkan data kunjungan pasien rumah sakit yang tercatat melalui Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) Online.

Dengan demikian, masyarakat diminta tidak panik, tetapi tetap menerapkan langkah pencegahan terhadap penyakit saluran pernapasan.

Aktivitas Influenza di Indonesia Masih dalam Pemantauan

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI juga mencatat adanya peningkatan aktivitas influenza di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Berdasarkan hasil surveilans hingga minggu ke-38 tahun 2026, aktivitas influenza di Indonesia masih berada dalam kategori medium dan belum menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan.

Pada periode tersebut, surveilans sentinel mencatat positivity rate influenza sebesar 56 persen. Dari 265 spesimen yang diperiksa, sebanyak 148 spesimen dinyatakan positif influenza.

Virus yang paling banyak ditemukan adalah Influenza A (H1N1pdm09). Kemenkes menegaskan peningkatan aktivitas influenza perlu direspons dengan penguatan surveilans dan kesiapsiagaan, bukan dengan kepanikan.

Selain H1N1pdm09, pemerintah juga terus memantau Influenza A (H3N2) subclade K yang belakangan ramai disebut masyarakat sebagai “superflu”. Kemenkes menjelaskan bahwa istilah tersebut bukan nomenklatur resmi yang digunakan WHO maupun CDC.

Data pemerintah juga menunjukkan temuan subclade K pada 2026 hingga minggu ke-38 masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Influenza A Mulai Terdeteksi di Depok

Perkembangan influenza juga terjadi di wilayah penyangga Jakarta. Dinas Kesehatan Kota Depok melaporkan tujuh warga terkonfirmasi positif Influenza A berdasarkan pemeriksaan laboratorium.

Kepala Dinkes Kota Depok Devi Mayori mengatakan tujuh kasus tersebut diketahui melalui pemeriksaan laboratorium dan telah menjadi bagian dari pemantauan kesehatan di wilayah tersebut.

Devi menyebut Influenza A dapat menyerang berbagai kelompok usia. Gejala yang dialami penderita antara lain demam tinggi, nyeri badan, rasa kantuk, serta kelelahan yang cukup berat.

Masyarakat yang mengalami gejala flu juga diimbau menjaga kondisi tubuh, beristirahat cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan aktivitas fisik untuk membantu menjaga daya tahan tubuh.

Kasus Influenza Banyak Ditemukan di DKI, Jawa Barat, dan Banten

Kemenkes mencatat wilayah dengan jumlah dan proporsi kasus influenza yang tinggi berada di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Hingga minggu ke-38 tahun 2026, Kemenkes telah memeriksa ribuan spesimen untuk memantau perkembangan influenza dan penyakit pernapasan lainnya.

Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan langkah surveilans serta kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas influenza.

Di tingkat Jakarta, data surveilans kesehatan juga terus dihimpun dari fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit untuk mendapatkan gambaran perkembangan penyakit secara berkala.

Warga Diminta Terapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Meski pemerintah menyebut kondisi saat ini masih dalam batas kewaspadaan, masyarakat tetap dianjurkan melakukan pencegahan.

Dinkes DKI meminta warga menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), antara lain dengan mencuci tangan menggunakan sabun, menggunakan masker ketika sedang sakit atau berada di tempat ramai, menerapkan etika batuk dan bersin, serta menjaga daya tahan tubuh.

Masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mencukupi kebutuhan cairan dan beristirahat dengan cukup.

Jika mengalami gejala flu yang cukup berat atau berkepanjangan, warga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

Dengan langkah pencegahan dan pemantauan yang terus dilakukan pemerintah, masyarakat di Jakarta dan wilayah sekitarnya diharapkan tetap waspada terhadap perkembangan influenza tanpa menimbulkan kepanikan.